Jember, Jempolindo.id – Sekretaris PGRI Kabupaten Jember Taufiqur Rahman, kecam pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menganggap guru sebagai beban.
Taufiq menyampaikan pernyataan kerasnya usai pelantikan Pengurus Cabang PGRI Kabupaten Jember, Masa Bhakti XXIII 2025 – 2030, pada Minggu (24/08/2025).
“Statement Menkeu, terlepas itu hoaks atau benar, itu menjadi catatan bagi kami,” ujarnya.
Jika pernyataan itu benar, maka Taufiq menilai pernyataan itu sudah mencoreng dan menodai harkat dan martabat seorang guru.
“Guru bukan beban negara, justru guru merupakan pejuang di negara ini,” ujarnya.
Selanjutnya, Taufiq menyampaikan tekadnya untuk memajukan organisasi PGRI sebagai wadah perjuangan bagi para guru, khususnya di Kabupaten Jember.
“Sebagai sekretaris, kami akan segera melakukan konsolidasi organisasi, untuk merapatkan barisan, dan memperkuat PGRI,” ujarnya.
Karenanya, Taufiq mengimbau agar seluruh guru di Kabupaten Jember bersatu padu.
“Kami mengimbau, agar seluruh guru di Kabupaten Jember bersatu padu, menuju PGRI bermartabat PGRI hebat,” imbaunya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Cabang PGRI Kabupaten Jember Muhammad Abror Budianto menegaskan akan membawa PGRI Kabupaten Jember, dengan segala keberagamannya lebih maju.
“Agar para guru bisa merasakan manfaat kehadiran PGRI di Kabupaten Jember,” tegasnya.
Abror juga bertekad untuk memperjuangkan nasib guru, yang masih berstatus sebagai R2, R3 dan R4.
“Kami akan memperjuangkan teman teman guru, agar bisa diakomodir menjadi ASN PPPK,” tegasnya.
Sebagai pengurus PGRI Kabupaten Jember, Abror juga menyatakan akan mendukung kebijakan Bupati Jember Muhammad Fawait, terutama dibidang pendidikan.
“Kami akan mendukung, senyampang itu bermanfaat untuk kepentingan kemajuan pendidikan di Kabupaten Jember,” tandasnya. (#)





