Jember, Jempolindo.id – Saat anggota Komisi B DPRD Kabupaten Jember dari Fraksi PDIP Wahyu Prayudi Nugroho, melaksanakan kegiatan reses masa sidang ke II Tahun 2025, menyingung situasi negara yang sedang tak baik baik saja.
Reses bertajuk “Ketahanan Pangan Sebagai Pilar Pertumbuhan Ekonomi“, berlangsung di Kelurahan Baratan Kecamatan Patrang, pada Sabtu (30/08/2025).
Hadir pada kesempatan itu terdiri dari konstituen PDI Perjuangan Dapil 2 Kabupaten Jember, dan para Tokoh Masyarakat.
Wahyu menjelaskan, bahwa reses ini harus dilakukan oleh semua Anggota DPRD Kabupaten Jember, untuk menyerap aspirasi dan menampung aspirasi masyarakat.
“Semua masukan dari masyarakat, akan kita bahas dalam rapat paripurna,” ujarnya.
Legislator PDIP itu menyinggung kondisi negara, baik skala mikro ataupun makro, sedang tidak baik baik saja.
“Secara garis besar ataupun umum, kita ketahui bersama bahwa hutang negara kita sudah tembus lebih di 8 ribu triliun. Tentunya hutang ini kan harus dibayar oleh negara,” katanya.
Sedangkan, sektor industri sedang tidak baik, mata uang rupiah dibanding dolar semakin melemah.
“Sektor ekspor kita juga begitu, maka salah satu caranya bertumpu pada retribusi pajak ataupun pungutan pajak dari masyarakat,” jelasnya.
Namun, tidak bisa serta merta hanya bertumpu pada sektor pajak saja. Masih ada sektor produktif, diantaranya pertanian, perkebunan dan peternakan.
“Nah itu yang bisa menjaga kestabilan ekonomi yang ada di Indonesia, khususnya di kabupaten Jember,” tandasnya .
“Terlebih, Kabupaten Jember memiliki potensi pertanian dan perkebunan,” imbuhnya. (Slmt)





