21.7 C
East Java

PMII Mandala dan DPRD Jember Adu Gagasan Bahas Kaderisasi dan Selamatkan Lahan Pertanian

JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Isu lingkungan dan kedaulatan pangan menjadi sorotan hangat dalam agenda Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang digelar di Aula Institut Teknologi dan Sains Mandala oleh Komisariat PMII Mandala Jember. Rabu(28/1/2026).

Menariknya, acara kaderisasi formal mahasiswa ini tidak hanya berkutat di internal organisasi, tetapi juga menggandeng legislatif untuk membedah tantangan nyata yang dihadapi Kabupaten Jember saat ini.

Ekonomi Hijau dan Darurat Lahan Pertanian

Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto,yang hadir dalam kesempatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap tema yang diusung mahasiswa.

Menurutnya, pembahasan mengenai Ekonomi Hijau dan pembangunan partisipatif sangat relevan dengan kondisi Jember yang sedang “berjuang” membenahi tata ruangnya.

“Jember saat ini belum memiliki Perda RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) yang baru. Padahal, itu adalah kompas kita untuk memitigasi bencana dan menjaga potensi alam,” ujar Candra.

Ia juga memberikan peringatan keras terkait maraknya alih fungsi lahan di Jember.

Candra menegaskan bahwa tren perubahan lahan pertanian menjadi pemukiman atau industri harus segera dihentikan.

“Jika alih lahan terus berjalan, petani kita berkurang, harga pangan melonjak, dan swasembada pangan hanya akan jadi mimpi. Di sinilah peran mahasiswa untuk ikut mengawal isu ini,” tambahnya.

PKD: Lebih dari Sekadar Pelatihan Biasa

Di sisi lain, perwakilan Komisariat PMII Mandala Randi,menjelaskan bahwa PKD kali ini mengusung tema “Internalisasi Menuju Kader Mujahid dalam Merawat Nilai dan Membangun Nalar”.

Meski terdengar filosofis, tujuannya sangat praktis, mencetak kader yang adaptif dan mampu bertransformasi di tengah masyarakat.

Untuk bisa ikut serta dalam jenjang ini, para peserta tidak bisa sembarangan.

“Mereka harus sudah lulus tahap MAPABA (Masa Penerimaan Anggota Baru) dan melewati proses screening ketat yang menguji pemahaman mereka soal nilai kebangsaan, keorganisasian, hingga nilai dasar pergerakan,”Kata Randi.

Mengapa Mengundang Komisi B DPRD Jember?

Memilih Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Jember, sebagai narasumber seminar bukanlah tanpa alasan. Pihak PMII Mandala menyebut ada korelasi kuat antara materi PKD mengenai Format Politik dan Ekonomi Indonesia dengan tugas pokok Komisi B yang membidangi perekonomian dan potensi lokal.

“Kami ingin kader tidak hanya jago berorganisasi, tapi juga punya sudut pandang yang matang saat terjun ke masyarakat nanti. Diskusi dengan Komisi B ini membuka wawasan mereka tentang bagaimana teori ekonomi dan politik diimplementasikan langsung di kebijakan daerah,” ungkap Randi perwakilan Komsat Mandala.

Melalui sinergi ini, diharapkan mahasiswa bukan hanya menjadi pengamat dari menara gading, tetapi menjadi mitra kritis pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ketahanan pangan di Bumi Jember,” tutupnya. (#)

  • Pewarta: Sundari Rianto
  • Editor: Miftahul Rachman 
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img