JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Kepala Desa Tisnogambar Muhari, menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan pembangunan, meski ruang gerak fiskal sedang sangat terbatas.
Muhari menegaskan pernyataannya dalam rapat Musyawarah Desa (Musdes) 2026, di Balai Desa Tisnogambar, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, pada Kamis (29/01/2026).
Menghadapi situasi sulit akibat pemangkasan anggaran desa yang kini tersisa di kisaran Rp 300 jutaan, Pemerintah Desa Tisnogambar memilih untuk tetap transparan dan realistis.
Prioritas Pembangunan di Tiga Titik
Meski anggaran “cekak”, Kades Tisnogambar memastikan roda pembangunan fisik tidak akan berhenti total. Fokus utama tahun ini diarahkan pada pengaspalan jalan lingkungan menggunakan paving di area-area yang selama ini kurang tersentuh pembangunan.
Dusun Jatisari: Mendapat porsi dua titik pembangunan, termasuk di wilayah Sokmaelang dan area pinggiran.
Dusun sira’an, mendapat porsi satu titik pembangunan jalan paving.
“Saya baru dua tahun menjabat. Target saya sebenarnya dalam 8 tahun masa jabatan, minimal 75% wilayah sudah tertata. Tapi dengan kondisi anggaran yang dipotong begini, ya kita harus sabar mengikuti aturan pemerintah pusat,” ujar Muhari.
Transparansi Menjadi Kunci
Sadar bahwa pemangkasan anggaran sensitif di mata masyarakat, Kades Tisnogambar menekankan pentingnya kejujuran dalam pengelolaan dana.
Ia meminta Bendahara Desa menjelaskan secara gamblang posisi keuangan desa, agar tidak ada kecurigaan dari warga maupun staf desa.
“Makanya tadi dalam rapat saya sampaikan, jangan ada dusta di antara kita. Semuanya dijelaskan oleh Bendahara. Namanya kita bawahan, kita ikuti perintah pemerintah pusat, yang penting pelaksanaan di lapangan tidak ada yang fiktif,” tegasnya.
Nasib BLT Masih Digodok
Terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang menjadi tumpuan warga prasejahtera, Kades memastikan bantuan tersebut tetap ada karena bersifat wajib.
Namun, ia tidak menampik adanya kemungkinan pengurangan jumlah penerima akibat minimnya dana.
Jika sebelumnya tercatat ada 50 orang penerima, jumlah untuk periode mendatang masih dalam tahap penggodokan.
Pihak desa saat ini tengah melakukan koordinasi intensif antara bagian Kesra, Bendahara, dan tim Perencanaan.
“Kami tidak mau gegabah mengambil keputusan. Harus dimusyawarahkan dulu dengan staf agar tepat sasaran. Berapa jumlah pastinya nanti, itu hasil musyawarah bersama,” kata Muhari.
Pemerintah Desa Tisnogambar berharap kondisi anggaran bisa kembali normal pada tahun depan agar program-program pembangunan yang sudah direncanakan sejak awal bisa kembali berjalan maksimal demi kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (#)
- Pewarta: Sundari Rianto
- Editor: Miftahul Rachman





