BerandaBeritaPipanisasi Desa Sucopangepok Mengairi 45 Ha Lahan Pertanian di Resmikan

Pipanisasi Desa Sucopangepok Mengairi 45 Ha Lahan Pertanian di Resmikan

- Advertisement -spot_img

JEMBER – Pipanisasi Desa Sucopangepok Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember diresmikan Bupati Jember, Hendy Siswanto diwakili Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Ir  Imam Sudarmaji. Peresmian  operasional sarana MCK dan pipanisasi untuk lahan pertanian sepanjang 600 meter di Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk Jember, pada hari Jumat (3/12/2021).

Pipanisasi yang mampu mengairi lahan pertanian produktif seluas 45 hektar ini adalah buah dari kolaborasi antara PT East West Seed Indonesia (EWINDO) produsen benih sayuran dengan Universitas Jember dan petani Kecamatan Jelbuk.

Pria yang akrab di sapa Imam ini menjelaskan bahwa peran Pemkab Jember untuk pengembangan pertanian secara keseluruhan baik komoditas tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan, sangat mendukung.

“Harapannya nanti bisa kita petakan baik di Desa Sucopangepok maupun daerah lainnya di Kabupaten Jember,” katanya.

Imam mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pemkab (Jember) sudah bekerjasama dengan Unej untuk pemetaan potensi-potensi komoditas pertanian.

“Nantinya kita akan mengembangkan terkait pemasaran produksi pertanian. Karena jika produksi bagus, namun pasarnya tidak ada, akan menjadi kendala bagi petani,” ujarnya.

Karenanya,  untuk membuka pasar diperlukan produk pertanian yang memenuhi kualitas permintaan pasar.

“Harapan saya dari potensi tomat disini, bukan hanya benih, tapi juga menghasilkan tomat yang berkualitas ekspor,” sambungnya.

Senada, Guru Besar dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember Prof Ir Achmad Subagio, mengungkapkan bahwa pemilihan Desa Sucopangepok karena merupakan wilayah kerja EWINDO yang menghasilkan bibit tomat luar biasa.

“Untuk kedepannya EWINDO akan memiliki program untuk mengembangkan lebih masif lagi di daerah sini,” katanya.

Selain itu, Prof. Subagio juga mengungkapkan dengan melihat dari aspek pengairan karena ada kendala terkait ketersediaan air saat musim kemarau. Baik untuk minum maupun pertanian. Maka dari itulah pihaknya melakukan pipanisasi.

“Kita saat ini juga melihat ODF atau orang yang membuang air besar sembarangan disini masih tinggi. Ini juga menjadi bagian integral kita untuk membangun manusia seutuhnya, tidak hanya kesejahteraannya namun juga kesehatannya,” ujarnya.

Untuk itu, merupakan bagian dari kegiatan yang dilakukan secara kolaboratif untuk mengedukasi masyarakat agar membudayakan hidup sehat.

“Salah satunya dengan MCK ini sebagai simbol agar mengedukasi Masyarakat mengenai pentingnya keberadaan fasilitas MCK,” sambungnya.

Sementara itu, General Manager Corporate Affairs EWINDO, Fransiska Fortuna, mengungkapkan bahwa pergram yang digagasnya tidak hanya di lakukan di Jawa Timur saja.

“Jadi kalau kita bilang untuk program MCK ini kita tidak lakukan hanya di Jawa Timur saja tetapi juga di Jawa Barat tapi di Jawa Timur sendiri bisa dibilang ini titik yang kedua,” katanya.

Fransiska menjelaskan, di tahun sebelumnya tahun 2020 atau 2019, pihaknya memberikan bantuan MCK kepada petani produksi, tetapi itu untuk personal saja.

“Sekarang ini untuk umum, itu yang menjadikan target,” ungkapnya.

Seperti yang disampaikan Prof. Subagio, ungkapnya, lebih bagus bukan hanya fasilitasnya tetapi pola pikirnya karena kalau misalnya kami bangun tapi terpakai karena masyarakat terbiasa itu akan menjadi percuma.

Lebih jauh, ia mengungkapkan pihaknya butuh kerjasama baik dari pemerintah setempat maupun dari universitas atau tokoh setempat.

“Itu yang kami butuhkan untuk bisa merubah pola hidup kesehatan petani dan masyarakat,” pungkasnya. (AR)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img