19.2 C
East Java

Pemerintah Kabupaten Jember Bentuk Dua Satgas Terpadu Tangani Infrastruktur, Kemiskinan, dan Stunting

JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Pemerintah Kabupaten Jember secara resmi meluncurkan dua Satuan Tugas (Satgas) Terpadu. Peluncuran ini menandai upaya serius dalam menangani kompleksnya persoalan daerah, mulai dari banjir dan infrastruktur hingga kemiskinan, stunting, serta angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB).

Bupati Jember, Muhammad Fawait, secara langsung meluncurkan kedua Satgas tersebut dalam acara di Pendopo Wahyawibawagra, Sabtu (31/1/2026).

Bupati Jember didampingi oleh Penjabat Sekda, seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pimpinan rumah sakit, kepala puskesmas, Tim TP3D, serta camat se-Kabupaten Jember.

Dua Satgas dengan Misi Strategis

Kedua Satgas yang dibentuk yaitu:

  1.  Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang
  2. Satgas Pengentasan Kemiskinan, Stunting, AKI, dan AKB

Satgas ini dirancang untuk bekerja secara lintas sektor dengan melibatkan berbagai OPD terkait guna memastikan penanganan yang holistik dan terintegrasi.

Fokus Satgas Infrastruktur: Akhiri Banjir dan Perbaiki Tata Ruang

Bupati Muhammad Fawait menegaskan bahwa Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang menjadi langkah strategis untuk mengakhiri persoalan banjir tahunan di Jember.

“Penanganan banjir tidak efektif jika hanya dibebankan pada satu OPD. Kita perlu kolaborasi antarinstansi untuk menyelesaikan masalah secara menyeluruh,” tegas Fawait.

Selain fokus pada penanganan banjir, Satgas ini juga akan:

  • Mendorong pemerataan pembangunan jalan.
  • Memperbaiki gorong-gorong dan jaringan drainase.
  • Memastikan penataan ruang wilayah berjalan sesuai aturan.
  • Memetakan kewenangan jalan (nasional, provinsi, kabupaten, desa, hingga BUMN) untuk penanganan infrastruktur yang tepat sasaran.

Bupati juga menyoroti pelanggaran tata ruang, seperti pembangunan di bantaran sungai, sebagai pemicu banjir. “Jika ditemukan pelanggaran, akan ada langkah tegas demi keselamatan masyarakat,” imbuhnya.

Satgas ini akan didukung oleh Dinas PU Bina Marga, Dinas Perhubungan, Dinas Perumahan, serta OPD lain, dengan evaluasi kinerja rutin setiap minggu.

Satgas Kemiskinan dan Stunting: Tangani Akar Masalah secara Terintegrasi

Tingginya angka kemiskinan yang menempatkan Jember di posisi dua besar di Jawa Timur mendorong pembentukan Satgas Pengentasan Kemiskinan, Stunting, AKI, dan AKB.

Bupati Fawait menjelaskan bahwa kemiskinan merupakan akar dari berbagai masalah sosial dan kesehatan. “Karena itu, penanganannya harus terintegrasi dan meninggalkan cara-cara lama,” ujarnya.

Satgas ini akan mengintegrasikan penanganan dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga menggerakkan perputaran ekonomi daerah yang diproyeksikan mencapai Rp4 triliun per tahun.

“Kami berharap program ini dapat mendorong ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan,” harap Bupati Fawait.

Susunan Pimpinan Satgas

Pemerintah Kabupaten Jember menunjuk:

  • Achmad Imam Fauzi (Kepala BAPENDA) sebagai Ketua Satgas Penanganan Infrastruktur.
  • Ahmad Helmi Luqman (Kepala Dinas Sosial) sebagai Ketua Satgas Penanganan Stunting dan MBG Kabupaten Jember.

Dengan pembentukan kedua Satgas terpadu ini, Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen untuk melakukan terobosan dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jember secara menyeluruh. (#)

  • Pewarta: Selamet Hariyadi
  • Editor: Miftahul Rachman
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img