Jember – Jempolindo.id – Pasca gagalnya Muscab HKTI Jember, kubu Evi Lestari,  yang digelar di rumah salah satu ketua Partai di Kabupaten Jember, pada Selasa (03/08/2022) lalu, DPC HKTI Kabupaten Jember besutan Jumantoro, akhirnya menggelar Muscab di Hotel Luminor, pada Rabu (21/09/2022).

Melalui Ketua Panitia Pelaksana Muscab HKTI Hendro Saputra, menjelaskan bahwa Muscab yang digelar kubu Evi, telah dinyatakan illegal.

“Itu kan tidak sah, karena melanggar AD/ART,” ucap Hendro, yang dikonfirmasi media ini melalui jaringan WhatsApp, pada Rabu (21/09/2022).

Hendro menjelaskan, karena Muscab HKTI yang digelar Evi Lestari dinilai tidak sah, maka terjadi  mediasi yang difasilitasi Polres Jember,  yang menghasilkan beberapa keputusan antara  ketua HKTI DPD Jatim Bambang Hariyanto dan Ketua DPC HKTI Jember Jumantoro, diantaranya :

  • DPD  HKTI Jawa Timur telah memberikan waktu satu minggu kepada Jumantoro, untuk menunjukkan SK kepengurusan DPC Kabupaten Jember.
  • Menunda Muscab yang akan digelar hari ini sampai Jumantoro memberikan SK kepada DPD HKTI Jawa Timur.
  • Apabila dalam waktu yang ditentukan saudara Jumantoro tidak bisa menunjukkan SK yang asli maka Muscab HKTI Jember bisa dilaksanakan.

Berdasarkan hasil kesepakatan itu, kata Hendro, maka DPC HKTI Kabupaten Jember  menggelar Musyawarah Cabang, selama 4 hari.

Muscab HKTI Jember menghasilkan keputusan Moch Soleh (kini Kepala lojejer) terpilih secara aklamasi sebagai ketua DPC HKTI kabupaten Jember, dengan masa bakti 2022-2027 mengantikan Jumantoro.

“Karena memang gak ada lagi yang mencalaonkan, maka forum Muscab memutuskan Moh Sholeh terpilih sebagai ketua,” tegasnya.

Pelaksanaan Muscab HKTI Jember kali ini, kata Hendro sudah sesuai dengan ketentuan AD ART, PO Organisasi, sebagaimana petunjuk BPO DPD HKTI Jatim

“Terlebih, memperkuat legalitas Muscab, juga dihadiri Waka 1 selaku Ketua Tim Aksesoris DPD HKTI Jatim, OKK DPD HKTI Jatim juga hadir, Wakil Ketua DPD HKTI Jatim juga hadir,” jelasnya.

Muscab HKTI Jember itu, lanjut Hendro dihadiri 300 orang, terdiri dari 93 PAC dan 25 pengurus DPC, sebagai pemilik suara.

“Sedangkan yang 155 orang perwakilan ranting se Kabupaten Jember hanya menyaksikan,” imbuhnya.

Acara muscab HKTI tersebut mendapat pengawalan ketat dari jajaran pengamanan TNI/ POLRES jember

Sebagai ketua DPC HKTI Kabupaten Jember terpilih, Moch Soleh menyatakan akan menjadikan HKTI Jember sebagai lembaga yang independen, tanpa mengantungkan kepada ada tidaknya bantuan APBD Jember.

“HKTI tidak akan mengharapkan kucuran dari APBD kabupaten Jember, kami bertekad menjadi lembaga petani yang mandiri,” tegasnya

Sebagai Nahkoda bau HKTI Jember, Sholeh akan melakan konsolidasi organisasi, sehingga HKTI bisa menjadi lembaga yang memperjuangkan nasib petani, dengan melakukan pendampingan terhadap kelompok kelompok tani yang ada di seluruh kabupaten Jember

“Hal itu akan kami lakukan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani pada umumnya,” ujarnya.

Menyikapi sulitnya pupuk, Sholeh menjelaskan akan berkordinasi dengan pimpinan HKTI pusat, maupun provinsi, meski Sholeh lebih mengarahkan pada perubahan kultur petani, agar tidak tergantung pada pupuk kimia saja.

“Kami berharap agar petani bisa mengoptimalkan pupuk kandang atau pupuk organik yang ada di sekitar sebagai solusinya,” tandasnya

Di tempat yang sama, Ketua DPC HKTI Jember periode sebelumnya, Jumantoro berpesan kepada Ketua DPC HKTI kabupaten Jember yang baru, agar dapat menjadikan HKTI sebagai garda terdepan untuk membela kaum petani.

“Karna saat ini kebijakan pemerintah terhadap petani, dirasakan makin membunuh para petani secara pelan pelan,” pungkas Jumantoro. (Gito)

 

 

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini