Jember, Jempolindo.id – Panitia Musorkab (Musyawarah Olahraga Kabupaten) KONI Kabupaten Jember tahun 2025, keluhkan kekurangan anggaran, dari pengajuan sebesar Rp 94 juta, baru disanggupi Rp 31 juta.
Keluhan itu disampaikan Agus Supaat, salah satu tim sembilan Panitia Musorkab KONI Jember, saat konferensi pers, di Kantor KONI Jember, pada Sabtu (06/092025).
“Terhadap kekurangan anggaran ini, berarti ini kan ancaman bagi keberlangsungan Musorkab,” ujarnya.
Baca juga: 18 Orang Mendaftar Calon Ketua KONI Jember, Pendukung Gus Fawait Mendominasi, Cak Omen Optimis
Agus meminta agar stakeholder yang berkaitan bertanggung jawab atas kekurangan anggaran ini.
“Tolong disampaikan, agar pihak stakeholder bisa ngerti, apa yang menjadi tanggung jawabnya,” ujarnya.
Sementara, Ketua Panitia Musorkab KONI Jember Soetriono, menyebut kesalahan penulisan media, yang berasumsi bahwa panitia seolah menyembunyikan 2 kandidat Bakal Calon Ketua KONI Jember Periode 2025-2029.
“Jadi tolong diluruskan ya, dalam pengambilan formulir, panitia sudah transparan dan terbuka, semua bakal calon terbuka dalam mengambil formulir,” katanya.
Sutikno: Musorkab KONI Jember Sudah Sesuai AD/ART
Pada kesempatan itu, Ketua KONI Jember Sutikno menjelaskan bahwa dalam penyelenggaraan Musorkab KONI Jember 2025, sudah sesuai dengan ketentuan AD/ART.
“Baik dalam penyusunan panitia, hingga pelaksanaan tahapan Musorkab, saya pastikan tidak ada yang menyimpang dari AD/ART),” katanya.
Sutikno juga memastikan bahwa dalam gelaran Musorkab tidak ada intervensi dari pihak manapun.
“Semua berlangsung sesuai dengan ketentuan AD/ART,” tegasnya.
Berdasarkan pemaparan Ketua Panitia Musorkab, pelaksanaan Musorkab masih terkendala anggaran, dari pengajuan sebesar Rp 94 juta, hanya dicover oleh Dispora Jember sebesar Rp 31 juta.
“Artinya apa, seharusnya merupakan tanggungjawab Dispora, karena anggaran KONI nyantol di Dispora,” tegasnya.
Pengajuan anggaran Musorkab 2025, kata Sutikno sudah diajukan jauh hari.
“Jadi kami berharap agar masalah anggaran ini bisa diselesaikan,” ujarnya.
Karena, Musorkab juga merupakan bagian dari agenda untuk memajukan dunia olahraga di Kabupaten Jember.
“KONI merupakan wadah dari semua Cabor, yang bertujuan untuk berprestasi,” ujarnya.
Menurut Sutikno, menjadi pengurus KONI, merupakan ajang pengabdian, terutama untuk memajukan dunia olahraga.
“Selama ini, kami sudah berusaha berbuat untuk memajukan KONI,” katanya.
Sutikno memastikan dirinya tidak lagi maju sebagai Kandidat Ketua KONI Jember Periode 2025-2029.
“Karena banyak kesibukan, saya tidak lagi maju sebagai ketua KONI periode selanjutnya,” tegasnya.
Kepada media, Sutikno juga mengucapkan banyak terimakasih, atas perannya selama ini dalam turut memajukan dunia olahraga.
“Kepada teman teman media, saya ucapkan terimakasih, kita ini sama, hanya saja berbeda perannya,” tutupnya. (Slmt)





