BerandaBeritaOrari Jawaban Komunikasi Saat Covid, Bupati Jember : Saya Cinta Orari  

Orari Jawaban Komunikasi Saat Covid, Bupati Jember : Saya Cinta Orari  

- Advertisement -spot_img

JemberOrari Jawaban Komunikasi, saat pandemic covid-19 Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) merupakan alat membangun komunikasi agar kehidupan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Hal itu dikatakan Bupati Jember saat menhadiri acara Musyawarah Lokal Orari Kabupaten Jember ke XIII di Aula Diklat BKPSDM Kaliwates. Sabtu (13/11/2021).

“Pada masa pandemi covid1-9, banyak kegiatan dibatasi, kita tidak diijinkan melakuka kegiatan (yang mengundang kerumunan), karena memang berisiko tinggi. Nah dalam kondisi seperti ini, orari adalah jawabannya, untuk mengikat jalinan tali silaturahmi, maupun untuk mengikat kegiatan lainnya,” ujar Bupati Jember Hendy Siswanto dalam sambutannya.

Tentunya peranan orari dalam kondisi serba terbatas sangat penting, karena memang bisa on line ke berbagai kalangan, sehingga cukup efektif dalam membangun komunikasi antar lapisan masyarakat, kata Bupati Hendy, Orari memiliki peranan statregis.

“Semakin banyak anggota orari yang terlibat aktif, maka orari akan semakin bermakna,” kata Bupati Hendy disambut riuh tepuk tangan peserta muslok orari.

Memperhatikan peranannya, yang menggunakan frekuensi yang suaranya terdengar secara terbuka, maka diperlukan edukasi tentang pemahaman regulasi.

“jangan sampai saat melakukan aktivitas, ada kata – kata yang tidak tepat, yang bisa berakibat pada hukum, karenanya terutama kepada para pengurus agar dilakukan pembinaan kepada anggotanya,” pesan Bupati Hendy.

Lebih jauh Bupati Hendy menyampaikan bahwa di kabupaten Jember masih terdapat sekira 3 kecamatan yang belum terjangkau jaringan internet, terdapat beberapa kawasan yang masuk blank spot.

“Sehingga peranan Orari sangat penting untuk menjangkau wilayah yang masih belum terjangkau internet. Orari dapat menyampaikan informasi kepada kami, Orari dapat berkolaborasi bersama Pemkab Jember” ujar Bupati Hendy.

Bupati Hendy menyampaikan bahwa masih banyak wilayah Jember yang belum tersentuh pembangunan, termasuk warga masyarakat yang juga belum mendapat sentuhan bantuan, juga masih ada bantuan sosial yang salah sasaran.

“Kami sebagai bupati tidak malu – malu mengakui, nggak apa apa, adanya kayak gini mau gimana lagi,” tegasnya.

Karenanya, pada tahun 2022 Pemkab Jember akan melakukan inventarisasi dan validasi data bagi kelompok masyarakat miskin., kata Bupati Hendy masih terdapat sekitar 300 ribu warga Jember yang tergolong miskin.

“Dimana tempatnya itu ?,” ujarnya seraya bertanya.

Permasalahan terkait karut marutnya bantuan yang nilai mencapai trilyunan uang negara, menurut Bupati Hendy jawabannya adalah adanya komunikasi yang terputus.

“Untuk itu anggota Orari yang ada di desa dapat membantu memetakan data yang ada, sehingga dapat terurai dengan baiik, ini untuk kebaikan kita semua,” tandasnya.

Bupati Hendy berjanji akan mensuport peran Orari agar dapat mengambil peran sebagai bagian dari anggota masyarakat, untuk membantu program pembangunan di Kabupaten Jember.

“Sebenarnya kegiatan seperti ini tidak pada tempatnya di gelar disini (Aula Diklat BKPSDM Kaliwates, harunya di Pendopo, tetapi memang karena masih covid  harus ada ijin,” ujar  Bupati Hendy. (*)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img