JEMBER, JEMPOLINDO.ID — Komunitas pelajar lintas sekolah, Nusa Muda Jember, menggelar Open Donasi Peralatan Sekolah bagi anak-anak kurang mampu di wilayah Mangli, Kecamatan Kaliwates, dan Dusun Darungan, Desa Jubung, pada Selasa (17/02/2026).
Nusa Muda Jember merupakan kolaborasi pelajar dari SMA Negeri 1 Jember, SMK Negeri 2 Jember, SMA Negeri 4 Jember, dan SMK Negeri 5 Jubung.
Gerakan ini menjadi respons moral atas peristiwa memilukan yang terjadi di Nusa Tenggara Timur, yang menggugah kesadaran publik tentang rapuhnya akses pendidikan bagi sebagian anak bangsa.
Donasi yang dihimpun berupa seragam, sepatu, tas, dan buku bekas layak pakai. Bagi Nusa Muda, ini bukan sekadar distribusi barang, melainkan pernyataan sikap.
Koordinator Nusa Muda Jember, Muhammad Maulana Irham, siswa SMA Negeri 4 Jember, menegaskan bahwa tragedi sosial tidak boleh berhenti sebagai konsumsi viral semata.
“Kami menolak menjadikan kesedihan sebagai tontonan. Pendidikan adalah hak konstitusional, bukan belas kasihan. Jika ada anak yang terhambat sekolah hanya karena perlengkapan dasar, maka itu bukan sekadar persoalan individu, melainkan kegagalan kolektif,” ujarnya.
Solidaritas bagi mereka bukan simpati yang ramai sesaat, tetapi keberanian untuk bergerak.
“Anak muda tidak boleh apatis. Kami memilih hadir, memilih bertindak, dan memilih memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak mematikan harapan,” ujarnya.
Gerakan ini menjadi penegasan bahwa generasi muda tidak sekadar pewaris masa depan, tetapi penjaga nurani hari ini.
Bagi komunitas ini, sepasang sepatu bukan hanya alas kaki, dan selembar buku bukan hanya kertas. Keduanya adalah simbol akses, martabat, dan kesempatan.
Melalui aksi ini, Nusa Muda Jember menyampaikan pesan tegas tidak boleh ada anak yang merasa kecil karena keadaan.
Masyarakat diajak berpartisipasi sebagai donatur maupun relawan dalam proses penyortiran dan distribusi bantuan. (#)





