19.7 C
East Java

Melawan Ombak Ganas: Kisah Perahu  Lope Lope yang Karam, 30 ABK Selamat

JEMBER, JEMPOLINDO.ID — Ombak besar yang tiba-tiba mengamuk di perairan selatan hampir merenggut nyawa 30 anak buah kapal (ABK) nelayan Puger. Perahu kayu bernama Lope Lope itu karam setelah kehilangan kendali dan terhempas ke batu karang pada Sabtu (30/05/2026).

Tak sendirian, selain Perahu Lope Lope, ada juga perahu lainnya yang juga mengalami karam.

Namun, keajaiban datang dari 4 Perahu lain yang sigap menolong—menyeret Lope Lope dan perahu lainnya, yang oleng hingga ke dermaga.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa dramatis itu. Namun, cerita di balik selamatnya puluhan nelayan ini menyimpan ketegangan yang tak terlukiskan.

“Ombak Dorong Kapal, Kami Tak Bisa Mundur”

Salah satu ABK yang ikut dalam pelayaran malam itu menceritakan kronologi kejadian dengan suara masih bergetar.

Perahu berangkat dari dermaga Puger pada pukul 7 malam, dan seharusnya pulang pagi hari pukul 6. Namun, saat pagi tiba dan kapal hendak merapat, ombak membesar.

“Ombaknya agak besar, terus kapal melaju. Tiba-tiba ombak mendorong kapal dari belakang, kami kehilangan kendali. Kapal dihantam ke batu, mesin garbok (mesin kemudi mundur) enggak bisa dipakai,” ujarnya, seperti dikutip dari percakapan langsung.

Di atas kapal yang oleng, nahkoda Mail berusaha mati-matian mengendalikan Lope Lope. Namun, tenaga ombak terlalu kuat. Kapal kayu itu pun mulai kemasukan air.

Pertolongan dari Kapal Lain yang Menyelamatkan Semua

Di tengah kepanikan, sebuah kapal nelayan lain yang melintas segera merespons. Mereka mengikatkan tali dan menarik Lope Lope yang nyaris tenggelam menuju dermaga. Perlahan, inci demi inci, kapal selamat itu tergotong ke tempat aman.

“Kami diseret sampai dermaga. Alhamdulillah, semua 30 ABK selamat,” tambah sumber tersebut.

Menurut Mail, dia bersama ABK lainnya mendapatkan pertolongan pertama dari Perahu Speedboat Pol Airut Puger.

“Saya dan abk lainya di tolong naik speed bod pol airut Puger,” kisahnya.

Pelajaran dari Laut yang Tak Pernah Bersahabat

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para nelayan Puger bahwa laut selatan menyimpan bahaya kapan saja. Namun, solidaritas antar kapal—yang kerap dianggap sepele—ternyata menjadi jaring pengaman paling nyata saat badai datang.

Hingga berita ini diturunkan, Perahu Lope Lope masih dalam perbaikan di dermaga. Namun para ABK bersyukur nyawa mereka menjadi prioritas utama.

Laut boleh ganas, tetapi persaudaraan nelayan selalu lebih kuat. (#)

- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img