17.6 C
East Java

LKPJ 2025, Bupati Jember Catatkan Sejumlah Capaian

JEMBER, JEMPOLINDO.ID  – Pemerintah Kabupaten Jember mengawali masa kepemimpinan baru dengan catatan gemilang. Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Jember di Gedung DPRD, Selasa (31/3/2026).

Rapat ini menjadi ajang akuntabilitas sekaligus refleksi kinerja tahun pertama kepemimpinannya.

Bupati menegaskan pembangunan tahun 2025 mencatatkan tren positif di berbagai sektor strategis. Ekonomi, sosial, hingga tata kelola pemerintahan menunjukkan peningkatan signifikan.

“Capaian ini lahir dari kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Hasil ini menjadi fondasi kuat untuk membawa Jember naik ke level berikutnya,” ujar Bupati Fawait.

Ekonomi Tumbuh Tinggi, Investasi Melonjak

Perekonomian Kabupaten Jember mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,47 persen pada tahun 2025. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir dan melampaui capaian Jawa Timur maupun nasional.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) melonjak 135 persen hingga mencapai Rp1,058 triliun. Sebagai perbandingan, PAD tahun sebelumnya hanya sebesar Rp774,16 miliar. Pemerintah daerah berhasil mencapai peningkatan ini tanpa menaikkan retribusi maupun pajak daerah. Kondisi ini menunjukkan Jember berlari kencang menuju kemandirian fiskal.

Dalam laporannya kepada DPRD Jember, Bupati Muhammad Fawait mengungkapkan pendapatan daerah berhasil melonjak hingga 32 persen. Angka pertumbuhan ini menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa Timur.

Menariknya, lonjakan pendapatan ini dicapai tanpa melakukan kenaikan tarif pajak. Sebaliknya, pemerintah daerah justru mulai merancang skema penurunan pajak pada tahun 2027 sebagai strategi merangsang partisipasi wajib pajak yang lebih luas.

Sejalan dengan itu, nilai investasi melonjak 70,2 persen dari Rp1,51 triliun (2024) menjadi Rp2,57 triliun (2025). Capaian ini melampaui target RPJMD hingga 139 persen. Realisasi investasi tersebut turut mendorong penyerapan tenaga kerja hampir 10 ribu orang.

Kemiskinan Terendah, Pengangguran Menurun

Upaya penanggulangan kemiskinan membuahkan hasil nyata. Angka kemiskinan turun menjadi 8,67 persen—terendah dalam 10 tahun terakhir dan lebih baik dari rata-rata Jawa Timur.

Tingkat pengangguran terbuka juga turun menjadi 3,07 persen. Data ini mencerminkan pasar kerja yang semakin membaik dan penyerapan tenaga kerja yang terus meningkat.

Bupati Fawait menekankan keberhasilan berbangsa dan bernegara diukur dari tingkat kesejahteraan masyarakat. Kesejahteraan itu ditandai dengan penurunan angka kemiskinan dan pengangguran terbuka.

“Pertumbuhan ekonomi kita saat ini sudah melebihi rata-rata Provinsi Jawa Timur. Namun yang paling membahagiakan adalah kenaikan pendapatan kita yang mencapai 32 persen lebih di tahun 2025. Ini luar biasa karena kenaikan pendapatan pasti berdampak positif tanpa ada sisi negatifnya,” ujar Gus Bupati.

Kualitas Hidup Masyarakat Meningkat

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Jember naik menjadi 71,57. Kenaikan ini didukung oleh peningkatan di sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat. Prevalensi stunting turun signifikan menjadi 20,1 persen.

Stabilitas Daerah dan Tata Kelola Menguat

Stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga dengan inflasi sebesar 2,77 persen—berada dalam rentang target nasional. Dari sisi tata kelola, Indeks Reformasi Birokrasi Kabupaten Jember mencapai kategori A (memuaskan).

Efisiensi investasi daerah juga tercermin dari nilai ICOR sebesar 0,74. Angka ini menunjukkan penggunaan modal sangat efisien.

Program Prioritas Berdampak Langsung ke Masyarakat

Sepanjang tahun 2025, pemerintah daerah menjalankan berbagai program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat.

1. Beasiswa Cinta Bergema

Program beasiswa kuliah gratis ini menjangkau 7.037 mahasiswa hanya dalam satu tahun. Jumlah ini jauh lebih masif dibanding program bantuan pendidikan sebelumnya yang cenderung terbatas dan tidak merata.

Program ini tidak hanya menyasar siswa berprestasi, tetapi juga santri, keluarga kurang mampu, dan jalur afirmasi lainnya. Beasiswa Cinta Bergema memberikan kepastian dengan pendampingan hingga lulus tanpa proses pendaftaran ulang.

2. Cinta Petani, Nelayan, dan UMKM

Pemerintah daerah mengubah pendekatan di sektor ekonomi dari bantuan sporadis menjadi intervensi terintegrasi dari hulu ke hilir.

Penyaluran pupuk mencapai lebih dari 64 juta kilogram urea dan 56 juta kilogram NPK. Nelayan mendapat asuransi jiwa bagi 1.971 orang. UMKM menerima 2.458 gerobak usaha melalui program Mlijo Cinta.

Pemerintah juga memangkas retribusi pasar hingga 75 persen. Program optimalisasi lahan turut berjalan dengan perbaikan infrastruktur air pada 107 kelompok tani seluas 4.410 hektar. Kombinasi kebijakan ini mendorong produktivitas pelaku usaha kecil secara langsung.

3. Insentif Masyarakat

Perlindungan sosial menjangkau kelompok yang sebelumnya kerap luput. Sepanjang 2025, sebanyak 21.399 guru ngaji menerima insentif—jumlah penerima terbesar dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Insentif juga diberikan kepada kader posyandu, ketua RT, dan ketua RW untuk memperkuat peran aktor sosial di tingkat komunitas.

Pemberian insentif dilakukan dengan cara mudah dan terhormat: cukup hadir di kantor desa terdekat tanpa perlu antre di bank. Pemerintah memberikan jaminan BPJS Ketenagakerjaan bagi para guru ngaji.

4. Pembangunan Infrastruktur

Pemerintah daerah menggeser fokus pembangunan dari sekadar fisik menuju peningkatan konektivitas dan akses layanan dasar.

Hingga 2025, jalan dalam kondisi mantap mencapai 2.105 kilometer dengan tambahan 4.236 titik penerangan jalan umum. Dusun Bandealit yang selama ini belum menikmati listrik akhirnya menikmati hak dasar tersebut pada 17 Agustus 2025.

Pemerataan pembangunan hingga pelosok desa meningkatkan konektivitas antar wilayah.

Pembangunan tidak hanya mengandalkan APBD. Gus Fawait aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat sehingga 124 gedung sekolah yang rusak berhasil direvitalisasi melalui dana APBN.

“Ini yang terbesar se-Indonesia,” tutur Gus Fawait.

Peningkatan paling terasa terjadi pada konektivitas antarwilayah dan pariwisata. Setelah sempat stagnan, operasional Bandara Jember kembali dibuka dengan rute langsung ke Jakarta dan Bali.

Kedua rute ini menjadi tonggak sejarah yang menghubungkan Jember dengan pusat ekonomi nasional. Dampaknya signifikan: jumlah kunjungan wisatawan melonjak menjadi 1,8 juta orang dalam satu tahun.

5. Program UHC

Di bidang kesehatan, cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Program UHC Prioritas mencapai 99,46 persen dengan tingkat keaktifan peserta 82,15 persen.

Program ini menjamin kesehatan seluruh warga Jember dengan fasilitas pengobatan gratis di seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia.

6. Wadul Gus’e

Wadul Gus’e menjadi wujud nyata pelayanan publik yang responsif dan berbasis data. Hingga akhir tahun 2025, layanan ini menerima lebih dari 10.412 aduan masyarakat dengan tingkat tindak lanjut mencapai 86 persen.

Berbagai laporan mulai dari infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga administrasi kependudukan ditangani secara cepat dan terukur. Rata-rata waktu respons pun semakin singkat.

Selain Wadul Gus’e, Gus Fawait mendekatkan pelayanan publik melalui Program Bunga Desaku dan Guse Menyapa.

Sepanjang 2025, Gus Fawait mengunjungi 60 desa untuk bertatap muka langsung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat.

Kombinasi ketiga program ini menunjukkan komitmen Gus Fawait terhadap pemerataan komunikasi dan pelayanan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Strategi Penurunan Pajak di 2027

Terkait rencana kebijakan fiskal ke depan, pemerintah menghadirkan anomali strategi yang cukup berani.

Alih-alih menaikkan beban pajak untuk mengejar target, pemerintah justru berencana menurunkan sejumlah komponen pajak pada tahun 2027.

Strategi ini mengacu pada keberhasilan penurunan harga tiket masuk di destinasi wisata Papuma dan Watu Ulo.

Kebijakan itu justru memicu lonjakan kunjungan wisatawan berkali-kali lipat dan berimplikasi pada kenaikan pendapatan daerah.

“Orientasi saya berbeda dengan mungkin kepala daerah lain. Saya yakin dengan penurunan pajak, jumlah wajib pajak yang membayar akan jauh lebih besar,” jelasnya.

Ia menyamakan strategi ini dengan kebijakan pemutihan pajak kendaraan bermotor yang terbukti sukses di level provinsi.

Saat ditanya awak media mengenai jenis pajak yang akan diturunkan pada tahun 2027 mendatang, pemerintah masih enggan memberikan rincian spesifik.

“Nanti dong, masih surprise. Jangan dulu kalau itu,” katanya.

Komitmen Melanjutkan Pembangunan

Gus Fawait menegaskan capaian tahun 2025 menjadi langkah awal menuju percepatan pembangunan yang lebih luas dan inklusif.

Beberapa poin penting menjadi catatan dalam laporan tersebut: mayoritas program prioritas berjalan sesuai target, program ‘Wes Wayahe Jember Kota Cinta‘ yang baru dimulai pada triwulan ke-4 tahun 2025 diprediksi memberikan dampak lebih dalam pada penurunan kemiskinan dan ketimpangan di angka tahun 2026, serta sejumlah capaian belum masuk dalam statistik 2025 karena adanya batasan pengambilan data (cut-off) di bulan Maret 2025.

“Kami menyadari masih banyak tantangan ke depan. Namun dengan fondasi yang telah kami bangun, kami optimis Jember akan terus bergerak maju, lebih sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya. (#)

  • Pewarta: Sundari Rianto
  • Editor: Miftahul Rachman
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img