BerandaBeritaLagi, Banjir Terjang Jember, 2853 Warga Terdampak dan 703 Rumah Terendam

Lagi, Banjir Terjang Jember, 2853 Warga Terdampak dan 703 Rumah Terendam

- Advertisement -spot_img

JEMBER – Banjir Terjang Jember, Banjir tersebut diduga terjadi akibat luapan sungai yang melintas dua wilayah di Kecamatan Semboro Kabupaten Jember, tepatnya di dusun Besuki, Desa Sidomekar Kecamata Semboro dan Desa Paleran. Kamis (13/1) malam.

Dari data asessment terbaru dari TRC BPBD Jember, ada 703 rumah warga yang terendam banjir setinggi lutut orang dewasa. Secara rinci, ada 2853 jiwa di 10 RW dan 20 RT yang terdampak banjir.

Kepala Desa Sido Mekar Kecamatan Semboro Hudi Prihwiyanto menceritakan kronologi banjir tersebut. Terjadi hujan lebat sekitar pukul 17.30 Wib. Sehingga mengakibatkan sungai tidak mampu menampung debit air dan meluap ke pemukiman warga.

“Kemudian air mulai naik itu sehabis isya’, dengan ketinggian kurang lebih 10-50 meter. Sehingga semakin malam semakin tinggi debit airnya,” ucap Hudi saat dikonfirmasi sejumlah wartawan dilokasi banjir Dusun Besuki, Desa Sido Mekar, Kecamatan Semboro, Jumat (14/1/2022).

Sementara itu, lanjut Hudi, kurang lebih ada 300 rumah yang terdampak banjur. “Dan ini airnya luapan, karena curah hujan yang tinggi akhirnya terjadi banjir,” ujarnya.

Diketahui, untuk Dusun Besuki ini sudah terjadi banjir 2 kali. Tepatnya pada tahun 2004 dan tahun ini 2022.

Ia menjelaskan, penyebab banjir selama ini memang dari luapan sungai dan kurangnya normalisasi.

“Sementara itu posisi sungai-sungai yang ada di wilayah Dusun Besuki ini memang banyak bambu. Setelah kita kroscek, air tidak mengalir dan banyak potongan bambu yang menyumbat di aliran sungai,” ungkapnya.

Lebih lanjut Hudi mengatakan, perkembangan saat dari Dusun Besuki sudah berangsur surut. “Untuk naiknya air itu mulai dari Rw 26-30 ini. Karena tadi itu setoran air dari utara Rw 22-25. Dan pusatnya paling parah disini, termasuk Rw 30,” ulasnya.

“Jadi air itu hingga paha orang dewasa. Itu mulai dari jam 2 dini hari. Sedangkan warga tidak mau di evakuasi. Karena mereka masih bisa beristirahat dirumahnya masing-masing. Tapi kita tetap was-was dan patroli bersama TRC BPBD. Takut ada air luapan yang lebih besar lagi,” sambungnya.

Hudi juga menambahkan, untuk dapur umum mandiri di Desa Sido Mekar sudah didirikan di Dusun Beteng.

“Karena dekat dengan pasar lokasinya. Jadi masih memberikan bantuan logistik untuk warga yang terdampak,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Jember Sigit Akbari saat meninjau lokasi. Pihaknya menjelaskan, sungai tersebut melintas dua wilayah di Kecamatan Semboro. Yakni Dusun Besuki, Desa Sidomekar dan Desa Paleran.

“Saya meyakini, janjir itu tidak akan terlalu lama. Jadi begitu ada genangan akan cepat surutnya,” ungkap Sigit saat dikonfirmasi dilokasi banjir.

Kata Sigit, banjir itu tidak membahayakan bagi warga. “Tetapi tetap selalu waspada. Karena sebagian air ada yang sudah masuk ke dalam rumah warga,” ungkapnya.

“Tentunya harus selalu mengantisipasi dan jangan sampai benda-benda berharga milik warga rusak,” sambungnya.

Diketahui, saat ini banjir terjadi lagi di Kabupaten Jember. Yakni di 2 Kecamatan.

“Diantaranya 2 Dusun. Yakni Tegal Baru dan Karangrejo Desa Paleran, Kecamatan Umbulsari. Kemudian Dusun Besuki, Desa sido Mekar Kecamatan Semboro,” jelasnya.

Kedepannya, lanjut Sigit, akan dilakukan normalisasi. “Dengan hambatan sungai yang banyak bambu tersumbat. Sehingga nantinya perlu upaya untuk membersihkannya,” pungkasnya. (Fit)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img