Ketua DPD Partai Golkar Jember   Kecam   Karikatur Pelecehan  Nabi Muhammad SAW

0
255

Jember _Jempolindo.id _ Pernyataan Presiden Perancis Emanuel  Macron  atas  agama Islam yang disebutnya sebagai Agama yang  sedang mengalami krisis, menuai protes dari penganut Agama Islam di seluruh dunia, tak terkecuali Ketua DPD Partai Golkar Jember H Karimullah Dahrujiadi turut mengecam sikap Macron yang tidak mengindahkan hubungan antar sesama agama. Senin (02/11/2020).

H Karimullah bereaksi keras, sebagaimana  ummat Islam di dunia juga protes keras  terhadap sikap Macron yang menyebut pemuatan kartun Nabi Muhammad SAW  di Majalah “Charlie Hebdon”  dianggap sebagai  kebebasan berekspresi, bahkan Macron bersumpah tidak akan mencabut pernyataannya.

“Pernyataan Macron jelas merupakan pernyataan yang tidak mengindahkan pentingnya saling menghormati antar sesama pemeluk agama dan persatuan ummat manusia,” tegasnya.

Ji Karim, sapaan akrab Anggota DPRD Propinsi Jawa Timur itu menilai pernyataan Macron telah melukai Ummat Islam se dunia. Karenanya, Ji Karim mendesak Macron segera meminta maaf kepada Ummat Islam, agar masalah ini tak berkepanjangan.

“Sebagaimana telah disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Mohammad Sarmuji,  Golkar secara tegas mendesak Macron untuk meminta maaf kepada umat muslim dunia,” tandasnya menyitir pernyataan Sarmuji.

Menurut Ji Karim, Agama Islam seperti juga Agama lainnya bukanlah sumber  radikalisme.  Semua agama dan Islam bukanlah sumber radikalisme dan terorisme.

“Islam mempunyai doktrin rahmatan lil alamin, menjadi agama penyebar kasih sayang, rahmat bagi seluruh alam, bukan agama radikal dan sarang teroris seperti yang seringkali dituduhkan,” tuturnya.

Karenanya Ji Karim menolak  kebebasan berpendapat  yang tanpa batasan dan dapat menghancurkan harmoni dunia.

“Karikatur yang diduga wajah Nabi Muhammad sudah seringkali dibuat dengan sengaja untuk menghina  umat Islam. Kebebasan itu sama sekali tidak menjunjung tinggi ke arifan global yang dapat memecah belah persatuan ummat manusia,” sergahnya.

Lebih lanjut, Ji Karim menyatakan dukungannya atas sikap Presiden Jokowi yang menuntut agar Macron segera meminta maaf kepada Ummat Islam se dunia, sehingga masalah ini dapat segera berahir.

“Sudah menjadi kewajiban kita untuk tetap menjaga perdamaian dunia,” ucapnya.

Ji Karim juga berharap Ummat Islam di Tanah Air tetap menjaga diri agar tak mudah terprovokasi oknum yang memanfaatkan kesempatan untuk memecah belah.

“Kami berharap, ummat Islam tetap waspada agar tidak malah menimbulkan masalah baru di dalam negeri,” pungkasnya.  (*)