17.2 C
East Java

Kemnaker Siapkan Mahasiswa Hadapi Green Jobs dan Era Digital lewat Pembekalan Karir Masa Depan

Jakarta, Jempolindo.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat pembekalan mahasiswa dalam menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat, di masa depan.

Lewat Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker), Kemnaker fokus pada transformasi digital, perkembangan kecerdasan buatan (AI), dan peluang kerja baru di sektor green jobs—yakni pekerjaan yang mendukung keberlanjutan lingkungan dan ekonomi.

Kemnaker menggelar penyuluhan jabatan bertajuk Future-Proofing Your Career: Navigating the Green Job Wave 2026 yang dihadiri mahasiswa dan alumni Polteknaker di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Kegiatan ini menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Persiapkan Sejak Dini

Plt Direktur Jenderal Binapenta dan PKK Kemnaker, Estiarty Haryani, menegaskan bahwa mahasiswa perlu mempersiapkan diri sejak dini agar mampu beradaptasi dengan dinamika dunia kerja.

“Perubahan dunia kerja berlangsung sangat cepat. Mahasiswa harus membekali diri tidak hanya dengan kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan beradaptasi, kreativitas, dan kemauan terus belajar,” ujar Estiarty.

Ia menambahkan, pemahaman terhadap kebutuhan industri menjadi kunci agar lulusan lebih cepat terserap di pasar kerja. Estiarty juga mengapresiasi Polteknaker yang selama ini menunjukkan capaian positif dalam menyiapkan lulusan siap kerja.

Hal ini terbukti dari tingginya serapan alumni di berbagai sektor industri maupun kewirausahaan.

Seiring perkembangan zaman, kebutuhan kompetensi baru pun semakin meningkat. Beberapa profesi yang banyak dicari antara lain: full stack engineer, data scientist, spesialis pemasaran digital, pengelola media sosial, kreator konten, hingga mitra bisnis sumber daya manusia (human resources business partner).

Estiarty mengingatkan generasi muda agar tidak terpaku pada satu pilihan pekerjaan.

“Jalur karier ke depan semakin dinamis dan tidak selalu linear. Peluang baru akan terus muncul seiring perkembangan dunia kerja,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara capaian akademik dan kemampuan praktis yang dibutuhkan industri.

Kemampuan tersebut meliputi adaptasi teknologi, komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, serta ketahanan menghadapi tantangan kerja.

Perubahan Dunia Kerja

Sementara itu, Direktur Polteknaker Yoki Yulizar menyampaikan bahwa perubahan dunia kerja tidak hanya dipicu digitalisasi dan otomatisasi, tetapi juga arah pembangunan berkelanjutan.

“Green economy tidak hanya terkait isu lingkungan, tetapi juga menyangkut daya saing industri dan ketenagakerjaan. Ketika model bisnis berubah, kebutuhan tenaga kerja pun ikut berubah,” ujar Yoki.

Melalui pembekalan ini, Kemnaker berharap lulusan Polteknaker semakin siap menghadapi transformasi dunia kerja dan perkembangan green jobs dengan kompetensi yang relevan, adaptif, dan berdaya saing. (Sumber: Biro Humas Kemnaker)

- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img