17.6 C
East Java

Kemendesa PDT Fokus Program Ketahanan Pangan, Gelar FGD di Tuban

SINORI, TUBANJEMPOLINDO.ID – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal,  (Kemendesa PDT) semakin serius mendorong penguatan program Ketahanan Pangan Desa.

Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Diskusi Terbatas (Focus Group Discussion/FGD) dan kunjungan lapangan ke tiga desa di Kabupaten Tuban, Senin–Selasa (15–16/12/2025).

Tim Kemendesa PDT dipimpin langsung oleh Penasihat Menteri bidang Evaluasi dan Monitoring Program sekaligus Sekretaris Strategic Policy Unit (SPU) Program TEKAD, Prof. Dr. Zainuddin Maliki, M.Si., bersama enam orang anggota lainnya.

Mereka menggelar FGD di Desa Rayung, Kecamatan Sinori, dan Desa Bulu Meduro, Kecamatan Bancar. Selain dua desa lokasi FGD, tim juga mengunjungi Desa Banyuurip di Kecamatan Sinori.

Kegiatan ini secara khusus terkait dengan penguatan program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD), hasil kerja sama Kemendesa PDT  dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD).

Program TEKAD mencakup 1.200 desa di Indonesia Timur, meliputi Papua, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur, dengan fokus pada pendampingan dan pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan.

Hari Pertama: Fokus pada Pertanian dan Peternakan

Pada hari pertama, FGD digelar di Desa Rayung dengan dihadiri sekitar 120 peserta dari berbagai unsur, termasuk perangkat desa, BUMDesa, gapoktan, tokoh masyarakat, pemuda, dan perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tuban.

Koordinator TAPM Tuban, Harun Prasetyo, dalam pembukaannya menyampaikan bahwa semua BUMDesa di 311 desa di Tuban telah berbadan hukum dan telah mengalokasikan 20% dana desa untuk ketahanan pangan dalam APBDesa 2025.

“FGD ini diharapkan dapat menghasilkan pokok pikiran untuk pengembangan ketahanan pangan yang akan dijalankan BUMDesa sepenuhnya pada 2026,” ujar Harun.

Kepala Desa Rayung, Sutomo, menyatakan dukungan penuh para kades di Kecamatan Sinori terhadap program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Ia juga menyampaikan kendala teknis dalam pembangunan gerai KDMP, terutama terkait biaya pengurugan tanah sawah.

Prof. Zainuddin Maliki mengapresiasi potensi pertanian Desa Rayung. Ia menekankan pentingnya perencanaan berkelanjutan untuk program ketahanan pangan.

“Di era Presiden Prabowo Subianto, desa menjadi prioritas dan kunci menuju swasembada pangan nasional,” ujarnya.

Alokasi 20% dana desa untuk ketahanan pangan yang dikendalikan BUMDesa harus benar-benar mendukung produksi.

“Bukan hanya membangun infrastruktur tanpa dampak nyata,” tegasnya.

Usai FGD, tim melakukan kunjungan lapangan ke lokasi pertanian di Desa Rayung dan ke Desa Banyuurip untuk melihat langsung budidaya ayam petelur dan pedaging.

Hari Kedua: Potensi Perikanan Laut di Pesisir Utara

FGD hari kedua berlangsung di Desa Bulu Meduro, Kecamatan Bancar, yang terletak di pesisir Pantai Utara Jawa dengan potensi utama perikanan tangkap.

Harun Prasetyo menyebutkan bahwa selain mengandalkan hasil laut, desa tersebut juga mendapat proyek dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang sedang dalam pengerjaan.

Prof. Zainuddin menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan menggali praktik terbaik untuk penguatan program TEKAD di Indonesia Timur.

“Hasil FGD dua hari ini akan didiskusikan lebih lanjut di Kemendesa sebagai masukan agar program TEKAD semakin berdampak,” ungkapnya.

Sekretaris Desa Bulu Meduro menyampaikan harapan agar pemasaran hasil tangkapan laut dapat diperluas, tidak hanya untuk konsumsi lokal.

“Dibutuhkan strategi pemasaran yang lebih kuat. Ada ide kerja sama BUMDesa dengan BUMD Provinsi Jawa Timur, PT Puspa Agro. Semoga bisa terwujud,” ujarnya. (#)

- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img