23.2 C
East Java

Imam Utomo Tegaskan PWI Adalah Mitra Strategis PMI Jatim: Kedepan Akan Kami Libatkan di Semua Agenda Penting

SURABAYA, JEMPOLINDO.ID – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur, Imam Utomo, menegaskan komitmennya untuk menjadikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sebagai mitra strategis.

Mantan Gubernur Jatim dua periode ini menyatakan akan selalu melibatkan insan pers dalam berbagai agenda penting ke depan.

Imam Utomo mengungkapkan, pihaknya tengah merancang kerja sama konkret dengan menggagas pembentukan jaringan relawan berbasis profesi jurnalistik. Relawan ini nantinya akan fokus bergerak di sektor kemanusiaan dan kebencanaan.

“PWI Jatim adalah mitra strategis kami. Ide membentuk Satuan Relawan Jurnalis Palang Merah di Jatim harus segera kami wujudkan. Bila perlu, kami adakan bimbingan teknis di beberapa daerah,” ujar Imam Utomo, saat menggelar buka puasa bersama dengan jajaran pengurus PWI Jatim di Kantor PMI Jatim, Rabu (4/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Imam Utomo secara khusus menyampaikan apresiasinya kepada para jurnalis, terutama PWI. Menurutnya, kebersamaan telah terbangun sejak ia menjabat Pangdam Brawijaya, Gubernur Jatim, hingga kini memimpin PMI Jatim.

“Kebersamaan saya dengan rekan-rekan jurnalis selama ini luar biasa. Kini, saya mohon dukungan yang sama untuk PMI Jatim. Tentu saja, kerja sama PMI dan PWI harus kami wujudkan secara lebih terstruktur dan terlembaga, khususnya terkait relawan jurnalis palang merah,” tegas sesepuh warga Jawa Timur, yang kini berusia 83 tahun tersebut.

Jatim Tuan Rumah Temu Karya Relawan PMI 2027

Imam Utomo juga mengungkapkan agenda besar yang akan melibatkan PWI Jatim secara lebih dalam, yaitu Temu Karya Relawan PMI. Jawa Timur sendiri ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraannya.

“Rencananya, PWI Jatim akan kami libatkan secara intens pada acara Temu Karya Relawan. Namun, Pak JK (Jusuf Kalla/Ketua Umum PMI Pusat) meminta penundaan karena kondisi tertentu. Acaranya kami undur menjadi April 2027,” ungkap Imam Utomo.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam acara bergengsi tersebut, setiap provinsi akan mengirimkan 40-50 orang peserta.

“Biasanya mereka adalah para relawan senior. Jawa Timur juga akan mengirimkan perwakilannya. Karena itu, kami sangat berharap relawan jurnalis yang berasal dari anggota PWI Jatim dapat turut serta dalam Temu Karya ini,” imbuhnya.

Acara buka puasa tersebut turut dihadiri jajaran pengurus PMI Jatim, seperti Fatah Yasin (Sekretaris Dewan Kehormatan), Edi Indrayana (Wakil Ketua), dan Nur Wiyatno (Sekretaris). Sementara dari PWI Jatim hadir Sekretaris Syaiful Anam, Wakil Ketua Mahmud Suhermono, Sokip, serta sejumlah pengurus lainnya.

PWI Jatim Hibahkan Buku Autobiografi K’Tut Tantri

Sekretaris PWI Jatim, Syaiful Anam, menyampaikan rasa bangga dan doa untuk kesehatan Imam Utomo.

“Ada salam hormat dan permohonan maaf dari Ketua PWI Jatim, Mas Lutfil Hakim, yang berhalangan hadir karena kurang sehat. Kami seluruh pengurus dan anggota PWI Jatim selalu mendoakan kesehatan Pak Imam Utomo. PWI Jatim siap membersamai PMI di semua aktivitas, termasuk rencana pembentukan relawan jurnalis,” ujar Syaiful, yang juga mengingat masa lalunya sebagai tim pokja wartawan Kodam Brawijaya era kepemimpinan Imam Utomo.

Dalam momen tersebut, Syaiful Anam menyerahkan buku autobiografi K’Tut Tantri kepada Ketua PMI Jatim.

“Buku berjudul Revolusi Di Nusa Damai ini menceritakan perjuangan K’Tut Tantri di Indonesia. Beliau tidak hanya menjadi relawan Palang Merah Internasional, tetapi juga berperan sebagai penyiar atau jurnalis Radio Pemberontakan Arek-Arek Suroboyo era pertempuran 1945,” jelas Syaiful.

Di tempat terpisah, Ketua Dewan Pakar PWI Pusat, Dhimam Abroor, menyatakan dukungan penuh terhadap gagasan Ketua PMI Jatim.

“Kami dukung penuh ide beliau (Pak Imam Utomo) untuk menjadikan PWI sebagai bagian penting dari agenda-agenda PMI, termasuk pembentukan relawan jurnalis Palang Merah,” tegas Dhimam didampingi Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim, saat buka puasa bersama anak yatim di Sekretariat PWI Jatim, Jumat (6/3/2026).

Dhimam juga mengapresiasi penguatan kembali figur pejuang wanita, sahabat Bung Tomo, yang terlibat dalam radio perjuangan arek-arek Suroboyo.

“Alhamdulillah, buku Revolusi Di Nusa Damai sudah diterima Pak Imam Utomo. Sosoknya adalah jurnalis dan relawan International Red Cross saat pertempuran 10 November 1945. Sayangnya, figur ini mulai dilupakan publik Surabaya, padahal perjuangannya untuk bangsa ini sangat luar biasa,” pungkas Dhimam. (#)

- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img