JEMBER, JEMPOLINDO.ID — Bupati Jember Muhammad Fawaid, menyampaikan nota penjelasan atas enam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dalam rapat paripurna bersama DPRD Jember, Jumat (19/6/2026).
Baca Juga: Cemaskan Dampak Sosial Jika MBG Dihentikan, Anggota DPRD Jember: Evaluasi Bukan Hentikan
Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan capaian ekonomi positif yang berhasil diraih Kabupaten Jember sepanjang 2025 hingga kuartal pertama 2026.
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam Lima Tahun
Bupati Fawaid memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jember pada 2025 mencatatkan rekor terbaik dalam lima tahun terakhir. Bahkan pada kuartal pertama 2026, pertumbuhan ekonomi daerah telah menembus angka di atas enam persen.
“Kami bersyukur dapat mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Ini tidak lepas dari sinergi yang baik antara eksekutif dan legislatif dalam menjalankan pemerintahan daerah,” ujar Bupati Fawaid.
Dua indikator utama menjadi tolok ukur keberhasilan tersebut, yakni pertumbuhan ekonomi dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). PAD Kabupaten Jember disebut menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa Timur.
Investasi dan Program Nasional Dorong Perekonomian
Kenaikan investasi yang masuk ke Kabupaten Jember menjadi salah satu faktor utama pendorong pergerakan ekonomi masyarakat. Bupati juga menyoroti kontribusi berbagai program pemerintah pusat yang berjalan di Jember.
Meskipun terjadi efisiensi anggaran dan penurunan transfer dana dari pemerintah pusat ke daerah, Kabupaten Jember dinilai mampu mengoptimalkan program nasional di sektor pendidikan, pertanian, koperasi desa, dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Secara teori, investasi dan belanja pemerintah akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Program-program nasional yang berjalan di Jember turut memberikan dampak terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Tanggapan Bupati Soal Demonstrasi MBG dan Yon TP
Bupati Fawaid juga menanggapi aksi demonstrasi terkait Program Makan Bergizi Gratis. Ia menilai kelompok pendukung maupun pengkritik program tersebut merupakan bagian dari proses demokrasi yang sehat.
“Saya melihat ini sebagai bagian dari demokrasi yang berjalan dengan baik. Selama berlangsung tertib dan tidak menimbulkan kerusuhan, tentu harus dihormati,” tegasnya.
Terkait dinamika rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di wilayah Silo, Bupati menyatakan komunikasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk mencari solusi dan membangun kesepahaman bersama.
Sinergi Eksekutif-Legislatif Kunci Keberhasilan
Pernyataan itu disampaikan setelah Kabupaten Jember kembali meraih opini WTP. Bupati mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD yang dinilai berperan penting dalam menjaga tata kelola keuangan daerah.
Rapat paripurna yang berlangsung khidmat tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memaparkan capaian sekaligus rencana pembangunan ke depan. (*)
Pewarta: Selamet Hariyadi
Editor: Miftahul Rachman
================
Dukung Jurnalisme Profesional dengan berdonasi melalui rekening BCA: 2000781234
================





