JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Kirana Anggara Kasih, mahasiswa asal Jember yang saat ini menempuh pendidikan di Fakultas Pertanian Jurusan Agroekoteknologi Universitas Brawijaya Malang angkatan 2025, mengucapkan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas program Beasiswa Cinta Bergema yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Jember.
Bagi Alumni SMA Negeri 2 Jember itu, beasiswa ini menjadi penyemangat untuk terus berprestasi dan meringankan beban kuliahnya di tanah rantau.
“Saya sangat berterima kasih kepada Gus Bupati dan Pemkab Jember. Beasiswa ini sangat membantu saya dalam menjalani perkuliahan di Malang. Ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus meningkatkan IPK dan membanggakan daerah asal,” ujar Kirana, usai acara pengukuhan Himpunan Mahasiswa Cinta Jember, Sabtu (28/3/2026).
Ucapan terima kasih dari mahasiswa Universitas Brawijaya itu turut mewarnai acara pengukuhan Himpunan Mahasiswa Cinta Jember yang digelar di Kantor Pemkab Jember.
Kukuhkan Himpunan Mahasiswa Cinta Jember
Ribuan mahasiswa penerima beasiswa dari program Beasiswa Cinta Bergema, berkumpul untuk mengikuti pengukuhan langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E., M.Sc.
Acara yang semula direncanakan berlangsung di Jalan Sudarman depan kantor Pemkab Jember, terpaksa dipindahkan ke lobi kantor bupati karena hujan deras disertai angin yang mengguyur wilayah kota Jember.
Meskipun digelar dengan tempat seadanya, namun tidak mengurangi suasana khidmat.
Bupati Fawait memberikan arahan tanpa podium, sedangkan para mahasiswa duduk di tangga kantor atau berdiri di lobi—acara tersebut tetap berlangsung dengan khidmat.
Dalam sambutannya, Bupati Jember Muhammad Fawait menjelaskan bahwa tujuan dibentuknya Himpunan Mahasiswa Cinta Jember adalah untuk memastikan informasi terkait pencairan beasiswa dapat tersampaikan secara benar dan cepat.
Pengurus himpunan diambil dari masing-masing mahasiswa asal Jember yang menjadi perwakilan perguruan tinggi di berbagai daerah di Indonesia.
“Tujuan kami membentuk Himpunan Mahasiswa Cinta Jember adalah untuk mengkoordinir secara mudah dan menunjuk koordinator dari masing-masing perguruan tinggi tempat mahasiswa asal Jember kuliah sebagai pengurusnya. Tujuannya tidak lain agar informasi terkait pencairan beasiswa bisa tersampaikan secara langsung,” ujar Bupati Muhammad Fawait.
Beasiswa Jalan Terus
Bupati Jember juga menyampaikan kabar gembira bahwa mahasiswa penerima beasiswa tahun 2025 tidak perlu melakukan pendaftaran ulang untuk mendapatkan beasiswa pada tahun berikutnya.
Beasiswa akan diberikan hingga mereka dinyatakan lulus kuliah.
“Kalian yang kemarin mendapatkan beasiswa tahun 2025 tidak perlu lagi mengajukan beasiswa di tahun 2026. Beasiswa ini diberikan sampai kalian semua lulus kuliah,” ujar Bupati yang disambut tepuk tangan meriah dari ribuan mahasiswa yang hadir.
Meski demikian, Bupati mengingatkan agar para penerima beasiswa terus meningkatkan atau setidaknya mempertahankan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di angka 3,0.
“Kalau IPK-nya turun, berarti beasiswanya tidak bermanfaat. Oleh karenanya harus ditingkatkan agar tetap bermanfaat,” tegasnya.
Segera Cair Bersama Living Cost
Dalam waktu dekat, beasiswa untuk tahun 2026 juga akan segera dicairkan, termasuk living cost atau biaya hidup. Bupati Fawait menjelaskan alasannya tidak mencairkan biaya hidup sebelum Hari Raya Idulfitri.
“Kemarin saat puasa, saya live TikTok, banyak beberapa mahasiswa penerima beasiswa minta agar living cost-nya dicairkan sebelum lebaran, tapi saya tolak. Karena kalau dicairkan sebelum lebaran akan dibuat lebaran, dan setelah lebaran pasti bingung lagi. Oleh karenanya, living cost kami cairkan setelah lebaran,” pungkas Bupati. (*)





