Duka Muslim Zelandia Baru

Sekitar 40 Muslim Dibantai, 2 diantaranya WNI

0
225

Jempol. Pembantaian ummat muslim di Masjid Al Noor Selandia Baru, merupakan kejahatan yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah. Seperti dilansir    CNBC  banyak korban tewas di kota Christchurch, Selandia Baru. Jumat (15/03/2019), saat diketahui terdapat pria bersenjata menembaki jamaah di dua masjid yang tengah bersiap ibadah.

“Ini adalah salah satu hari paling gelap di Selandia Baru, Jelas apa yang terjadi di sini adalah tindakan kekerasan yang luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya.”  kata Perdana Menteri Jacinda Ardern. Seperti dilansir dari Reuters.

Saksi mata mengatakan kepada media bahwa seorang pria berpakaian militer, pakaian kamuflase, dan membawa senapan otomatis sudah mulai menembak orang secara acak di masjid Al Noor.

Tim kriket Bangladesh tiba untuk berdoa ketika penembakan terjadi, tetapi semua anggota aman, kata seorang pelatih tim kepada Reuters.

Foto: Suasana lokasi usai penembakan di salah satu masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat (15/3) siang.
DUKA KAMI BUAT MUSLIM SELANDIA BARU

Komisaris Polisi Selandia Baru Mike Bush mengatakan sejauh yang diketahuinya beberapa korban tewas terdapat di dua masjid. Polisi telah menahan satu orang yang diduga pelaku, tetapi mereka tidak yakin jika yang lain terlibat, dan orang-orang harus menjauh dari masjid.

Polisi mengatakan sebelumnya mereka sedang berburu seorang penembak aktif  di pusat kota Christchurch.

“Situasi serius dan berkembang sedang terjadi di Christchurch dengan penembak aktif, Polisi merespons dengan kemampuan penuh untuk mengelola situasi, tetapi risiko lingkungan tetap sangat tinggi.” kata Komisaris Polisi Selandia Baru Mike Bush.

Media melaporkan bahwa seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di dalam sebuah masjid di distrik Hagley Park di Christchurch. Ada laporan pria bersenjata di masjid kedua di pinggiran Linwood.

Orang-orang di pusat kota harus tinggal di dalam rumah, kata polisi. Semua sekolah dan gedung-gedung dewan kota Christchurch telah dikunci.

Radio Selandia Baru mengutip seorang saksi di dalam masjid Al Noor yang mengatakan ia mendengar suara tembakan dan setidaknya empat orang terbaring di tanah dan Ada darah di mana-mana.

“Ngeri mendengar penembakan di masjid Christchurch. Tidak pernah ada pembenaran untuk kebencian semacam itu.” kata Amy Adams, anggota parlemen dari Christchurch.

Tim kriket Bangladesh berada di Christchurch untuk menghadapi Selandia Baru dalam tes kriket ketiga yang dimulai pada Sabtu.

“Mereka berada di dalam bus, yang baru saja tiba di masjid ketika penembakan terjadi,” Mario Villavarayen, pelatih kekuatan dan pengkondisian tim kriket Bangladesh, mengatakan pada Reuters dalam sebuah pesan.

Jumlah Muslim hanya sekitar 1% dari populasi Selandia Baru, sebuah sensus 2013 menunjukkan.

“Banyak dari mereka yang akan terkena dampak penembakan ini mungkin adalah migran ke Selandia Baru. Mereka bahkan mungkin menjadi pengungsi di sini. Mereka telah memilih untuk menjadikan Selandia Baru sebagai rumah mereka dan itu adalah rumah mereka, mereka adalah kita. Orang-orang yang telah melakukan kekerasan terhadap kita, tidak memiliki tempat di Selandia Baru.” kata Ardern.

Kantor berita Associated Press melaporkan Polisi belum menggambarkan skala insiden penembakan itu, tetapi menyerukan kepada semua orang untuk tetap berada di dalam ruangan.

Kepolisian Selandia Baru melanjutkan cuitan di Twitter dengan mengatakan suatu situasi yang terus berkembang dan serius tengah terjadi di Christchurch, dengan satu penembak aktif. Polisi menanggapi hal itu dengan kekuatan penuh untuk mengatasi situasi, tetapi risiko masih sangat tinggi. Polisi menyarankan warga di sekitar Christchurch untuk tetap berada di dalam rumah.

Associated Press mengutip kesaksian Len Peneha yang mengatakan ia melihat seorang laki-laki berpakaian serba hitam memasuki Masjid Al Noor dan kemudian mendengar puluhan letusan senjata api. Tak lama kemudian orang-orang berhamburan lari keluar dari masjid itu dengan wajah ketakutan.

Ia juga mengatakan melihat tersangka penembak melarikan diri sebelum aparat tiba. Ditambahkannya, ia masuk ke dalam masjid untuk membantu.

 “saya melihat banyak orang tewas di sana.” Ungkapnya.  [m1f]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini