BerandaBeritaBuruh Protes Direksi PDP Kahyangan, Ahmad Halim : Kita Beri Kesempatan

Buruh Protes Direksi PDP Kahyangan, Ahmad Halim : Kita Beri Kesempatan

- Advertisement -spot_img

Jempolindo.id  – Jember – Buruh Protes atas dilantiknya tiga direksi PDP Kahyangan, karena diragukan kapabilitasnya. Menanggapi protes buruh itu, Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim menegaskan sebaiknya diberi kesempatan terlebih dahalu, paling tidak setahun kedepan. Hal itu disampaikan Ahmad Halim melalui sambungan seluler, Kamis (21/10/2021) siang.

Halim merespon aspirasi  puluhan buruh dari Perusahaan Daerah Perkebunan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pekerja Antar Kebun (FK PAK) yang disampaikan melalui aksi unjuk rasa (unras) di depan Gedung DPRD Jember, Kamis (21/10/2021).

Protes Buruh
Foto : Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim

“Kan kita belum tau bagaimana kinerjanya, lantas dari mana melakukan penilaian, kalau belum bekerja sudah kita nilai, kan gak fair juga, baru kalau nanti kinerjanya buruk, tidak ada progres yang bagus, ya kita hajar bareng – bareng,” ujarnya.

Mengenai hasil seleksi tiga direksi PDP Kahyangan, Halim mengaku tidak terlalu banyak tahu

‘Itu kan kewenangan pansel, kita juga belum tahu,” ujarnya.

Karenanya, Halim juga mengatakan akan memfasilitasi aspirasi  yang disampaikan buruh PDP Kahyangan.

“ya nanti kita akan coba jembatani keinginan dari para buruh,” tegasnya.

Terkait dengan kondisi PDP Kahyangan yang selama ini dilaporkan selalu merugi, Halim berharap agar  pihak manajemen tidak terus menerus berharap adanya subsidi dari APBD Jember.

“Ya arus ada upaya yang inovative,” katanya.

Menurut Halim, PDP Kahyanngan merupakan perushaan yang bukan saja berorientasi kepada ekonomi belaka, melainkan juga perusahaan yang bersifat sosial.

“jadi, kami berharap jangan sampai ada  PHK,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Anggota DPRD Jember asal Partai Gerindra,  Siswono Akbar saat menemui  menemui massa aksi, pihaknya menegaskan akan menjembatani aspirasi buruh PDP Kahyangan melalui Pimpinan DPRD Jember.

“Saya sudah mendengarkan aspirasi dari bapak dan ibu sekalian. Jujur kalau anggota dewan ada upaya janji dengan PDP. Apakah ini personal atau lembaga. Karena sampai saat ini (diakui) tidak ada pertemuan (soal seleksi Direktur PDP Kahyangan),” ucap Siswono saat menemui aksi di luar Gedung DPRD Jember.

Pihaknya menampung aspirasi dari puluhan buruh aksi unras. Yang kemudian akan dibawa ke rapat pimpinan DPRD Jember.

“Mohon maaf saat ini kami sedang ada kunjungan kerja, bahkan saya pribadi baru pulang dari Surabaya. Tapi langsung ke kantor untuk menemui massa aksi. Nantinya akan diagendakan pertemuan dengan pimpinan DPRD Jember, karena khusus kelembagaan bukan perseorangan,” tutup Siswono.

Seperti diketahui, Forum Koordinasi Pekerja Antar Kebun (FKPAK) Jember, telah menggelar aksi menyampaikan protesnya atas hasil seleksi direksi PDP Kahyangan, yang telah dilantik Bupati Jember Hendy Siswanto. Dalam kegiatan tersebut, puluhan buruh itu massa buruh perkebunan itu mengawali aksinya dari pukul 09. 00 Wib. Dengan berkumpul di Kantor PDP Kahyangan, Kecamatan Kaliwates.

Kemudian menuju Pendapa Wahyawibawagraha. Namun karena Bupati Jember Hendy Siswanto sedang berada di Jakarta, massa aksi tidak ditemui oleh siapapun.

Maka melanjutkan aksinya di Gedung DPRD Jember, yang kemudian mereka menyampaikan orasi dan mendesak agar ada anggota dewan yang turun menemui massa aksi itu.

Para puluhan aksi itu membentangkan poster yang bertuliskan #Keputusan Ora Masooook!!!! #Jangan Matikan PDP Sayang, Matikan Saja Kenangan Mantan, #Berhenti Drama Korea di Pendopo, Lebih Banyak Drama, #Nasib Buruh Bukan Untuk Diputar, Dijilat, Lalu Dicelupin.

FK PAK Jember memprotes pelantikan Direktur baru Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan Jember, yang dilantik oleh Bupati Jember.

“Sejak awal kita menutup keterbukaan dan fair an atas hasil open bidding (merupakan harga dasar dari unit lelang yang ditawarkan) sebagai Direksi Khayangan,” ucap Korlap Aksi Dwi Agus saat dikonfirmasi sejumlah wartawan dilokasi aksi.

Kata Dwi Agus, buruh menilai direktur baru PDP Kahyangan tidak diketahui kapabilitasnya.

“Kami melihat ini tidak fair, ada yang salah ada yang keliru. Makanya bukan serta merta menolak mereka. Tapi sebelum dijelaskan keprofesionalnya dimana. Biar publik yang menilai, jangan kami,” kata Dwi Agus.

“Siapa yang akan menilai? Ada praktisi hukum profesional, akademisi. Diluar pansel ya. Biar objektif, datangkan semua. Datangkan mereka semua,” ujarnya.

“Tapi sebelum itu terjadi, kami akan menolak 3 direksi itu masuk. Tidak menolak keputusan Bupati, tapi menolak mereka masuk (di wilayah PDP Kahyangan),” sambungnya.

Mereka meminta untuk meyakinkan para buruh terkait profesionalitas kerja. “Karena apa yang akan mereka kerjakan, lawong jelas tidak akan bissa bekerja. Yakinkan kami kalau mereka itu memang betul-betul bisa bekerja. Siapa yang bisa meyakinkan, Bupati sama Pansel tentunya. Itu harapan kami. Selama ini kami tidak bisa bertemu dengan bupati,” ucapnya.

Nantinya, lanjut Dwi Agus, akan ada pertemuan dengan Bupati Jember.

“Terkait pertemuan, kami serahkan kepada Dewan. Dewan kan siap memfasilitasi itu semua para pihak, pansel, dan direksi. Kalau bisa para calon yang kemarin gagal, itu bagaimana, biar mereka presentasi satu-satu. Biar publik tahu dan menilai, bener gak,” ungkapnya.

Agus menjabarkan, saat ini, kondisi di lingkungan PDP Kahyangan sedang tidak baik.

“Jadi PDP ini sakit, kami saja upahnya 70 persen. Sejak lama kami berharap (adanya peningkatan kesejahteraan upah). Harapan kami, bupati atau direksi baru tentunya paham tentang perkebunan. Walaupun bukan syarat mutlak, paling tidak paham soal managerial. Tapi harapan kami, syukur-syukur paham managerial, paham perkebunan, dan pengalaman yang sudah ditentukan itu,” ujarnya.

“Terkait seleksi oleh pansel, saya (juga) melihat dari selain itu banyak kok yang dari calon yang tidak lolos ini. Ini ada apa? Kok nahkoda kapal, dan (latar belakang) pelayaran laut (yang terpilih sebagai Direktur PDP Kahyangan). Kecuali PDP ini normal, hak kami normal, ngapain kita susah-susah menolak siapa direktur kami. Ndak ngurus (tidak peduli, red),” imbuhnya.

Dwi Agus menambahkan, kedepannya yang ditakutkan oleh buruh adalah jika dipimpin oleh pimpinan yang tidak benar. Maka nasib para buruh semakin dikhawatirkan.

“Jadi sebelum mereka bisa meyakinkan bahwasanya ketiga orang ini bisa betul-betul profesional dalam bekeja, sebelum itu, jangan masuk dulu (di lingkungan PDP Kahyangan),” pungkasnya. (Fit/ar)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img