JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Bedah potensi wisata, Bupati Jember, Muhammad Fawaid, menggelar Gala Dinner, bersama Biro Perjalanan Wisata, Pelaku Wisata dan Asosiasi Wisata Bali, di Pendopo Wahyawibawagraha, pada Minggu (14/12/2025).
Hadir pada kesempatan itu, diantaranya Kepala Dinas Pariwisata, Penjabat Sekda, Kepala Dinas Koperasi, Kepala Satuan Pol PP, Pelaksana Tugas Dinas Perhubungan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pelaksana Tugas Direktur Utama RS Soebandi, Pengurus Jember Fashion Carnaval (JFC), dan TP3D Kabupaten Jember.
Bupati Jember menyatakan komitmennya untuk segera mengembalikan kejayaan pariwisata di Jember.
“Ini harus segera dimulai karena kita sudah memiliki akses penerbangan. Dalam waktu singkat, kita telah membuka rute awal Jakarta-Jember, dan hari ini sudah ada rute Bali-Jember,” paparnya.
“Maka, ini akan sia-sia jika tidak dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi, termasuk di sektor pariwisata,” imbuhnya.
Ia memaparkan potensi wisata Jember yang beragam. Destinasi wisata di Jember sangat indah. Di utara ada pegunungan, di selatan ada pantai.
“Di beberapa tempat, kita memiliki produk unggulan seperti edamame, okra, cokelat, kopi, tembakau, dan cerutu yang sudah diekspor, serta produk lainnya yang banyak belum diketahui berasal dari Jember,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati Jember memberikan instruksi khusus, dengan meminta TP3D Kabupaten Jember dan Dinas Pariwisata Kabupaten Jember, berkomunikasi dengan Perhutani dan pihak terkait untuk menurunkan harga tiket di Pantai Papuma.
“Komitmen saya, tiket di Papuma harus turun agar terjangkau, sehingga lebih banyak wisatawan datang dan perputaran ekonomi semakin baik,” ujarnya.
Dukungan Asosiasi Wisata Bali
Dukungan dari Asosiasi Wisata Bali Ketua Asosiasi Wisata Bali, I Made Sudirta, mengucapkan terima kasih atas undangan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember.
“Saya melihat Jember sangat ‘wow’. Selain pantai, ada kebun kopi dan kebun karet yang luar biasa, hal yang tidak ada di Bali,” katanya.
Pantai Papuma yang masih sangat alami (virgin), menjadi salah satu perhatiannya.
“Kami dari Bali akan mendukung pengembangan wisata di Jember,” katanya.
Ia juga mengapresiasi fasilitas yang ditawarkan Pemkab Jember, dengan penawaran fasilitas transportasi.
“Kami belum pernah menemukan dukungan seperti ini dari pemerintah daerah lainnya,” ujarnya.
Kebijakan Ini sangat signifikan bagi bisnis pariwisata dan akan membantu menurunkan harga paket untuk wisatawan.
“Sehingga mendorong kunjungan ke Jember. Kami akan promosikan lebih lanjut,” katanya.
Made Sudirta juga membandingkan keunikan alam Jember, ada perbedaan karang antara Papuma dan Bali. Di Bali banyak karang limestone seperti di Nusa Penida, sedangkan karang di Papuma sangat natural dan berbeda.
“Meski arus permukaan deras, di bawahnya tenang, sangat bagus untuk snorkeling dan diving. Kondisi ini juga akan menjaga kelestarian karang agar tetap alami,” katanya.
Aksesibilitas dan Keamanan
Dengan dibukanya rute penerbangan langsung dari Halim Perdanakusuma (Jakarta) dan Bali ke Jember, kota ini kini menjadi titik sentral yang strategis.
“Akses ke destinasi seperti Gunung Bromo, Semeru, atau Kawah Ijen menjadi lebih mudah,” ujarnya.
Perjalanan darat sebelumnya bisa memakan waktu 10 jam, sekarang dengan pesawat hanya sekitar 1 jam.
“Artinya, ada peluang baru untuk menjual paket perjalanan ke daerah-daerah sekitar,” jelas salah seorang narasumber.
Banyak wisatawan yang baru mengetahui bahwa akses menuju Kawah Ijen juga bisa melalui Jember, tidak hanya melalui Banyuwangi.
Menyangkut keamanan dan kenyamanan wisatawan, Kepala Dinas Pariwisata Jember, Bobby Arie Sandy, menyatakan, akan menyosialisasikan pentingnya menjaga keamanan wisatawan kepada masyarakat lokal.
“Pengelolaan destinasi dan pelatihan bagi pelaku wisata juga akan kami intensifkan untuk kebaikan Jember ke depannya,” tandasnya. (#)
- Pewarta: Selamet Hariyadi
- Editor: Miftahul Rachman





