Belum Usai Soal Desakan Interpelasi Kini Aktivis Jember Mendesak Dibentuknya Pansus Pengadaan Barang Dan Jasa

0
251

Jember_Jempol. Tak terhitung sudah berapa banyak materi yang didesakkan Aktivis Jember agar ditangani DPRD Jember, terkait permasalahan di era Pemerintahan Bupati dr Faida MMR.

Belum usai soal desakan Interpelasi terkait CPNS ‘2019, kini beralih masalah ambruknya bangunan Pendopo Kecamatan Jenggawah dan SD Negeri Keting 02 Jombang.

Anggota Komisi C DPRD Jember bersepakat bentuk Pansus

Sejumlah aktivis, Senin siang (16/12) di depan Gedung DPRD Jember mendesak agar DPRD Jember segera membentuk Pansus Pengadaan Barang dan Jasa.

Koordinator LSM FORMAT Jember Kustiono, menduga telah terjadi konspirasi dalam tahapan pengadaan dan jasa yang digawangi LPSE Jember.

“Segera bentuk Pansus agar terbuka semua permasalahan, siapa sebenarnya yang bermain ,” sergah Kustiono.

Kustiono juga menyayangkan jawaban Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Drs Edy Budi Susilo saat ditanya soal ambruknya gedung SD Negeri Keting 02, malah menyalahkan hujan.

“Bangsat itu….. saya begitu marah  mendengar jawaban kepala dinas pendidikan. Begitu caranya menyembunyikan kesalahan,” kemarahan Kustiono kian memuncak.

Pendemo ditemui Komisi C DPRD Jember, diantaranya David Handoko Seto, Hadi Supaat, Agusta Jaka, Imron Baihaqi. Mereka bersepakat mendukung tuntutan Aktivis, dengan menanda tangani pernyataan kesanggupan pengawalan pembentukan Pansus Pengadaan dan Jasa.

“Kami senantiasa bersama rakyat,” kata David.  .

Pendemo tampak menutup mulut dengan plester, lalu  masuk bermaksud menemui   Ketua DPRD Jember, sayangnya pendemo  gagal bertemu pimpinan DPRD Jember yang katanya masih rapat. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini