21.2 C
East Java

Baznas Jember Optimalkan Zakat, Infaq dan Shodaqoh Tangani Stunting, Selaras Dengan Program Gus Bupati  

Jember, Jempolindo.id Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Jember memperkuat komitmennya dalam percepatan penanganan stunting.

Komitmen itu merupakan wujud kolaborasi Baznas Jember, selaras dengan program Pemkab Jember, yang sedang fokus menangani penurunan angka kemiskinan dan stunting.

Melalui Wakil Ketua Bidang II Baznas Kabupaten Jember KH Abdul Aziz SS, menjelaskan, langkah konkret ini diwujudkan melalui penyaluran langsung, bantuan bagi anak-anak penderita stunting di beberapa kecamatan se-kabupaten Jember, sebagai bagian dari program “Baznas Jember Peduli Stunting”.

“Program yang sejalan dengan upaya pemerintah daerah ini digeber untuk mewujudkan generasi Jember yang sehat dan bebas dari stunting,” ujar KH Abdul Aziz pada media ini, melalui saluran telponnya, pada Selasa (14/10/2025).

Selama bulan Oktober 2025, kata Alumni Universitas Negeri Jember itu, Baznas Jember akan menyalurkan bantuan secara aktif.

“Kami ingin mewujudkan generasi Jember yang sehat dan bebas stunting,” tegasnya.

Penyaluran program ini dimulai dari Kecamatan Jenggawah, dilanjutkan ke Kecamatan Ajung, dan terus berlanjut di kecamatan sasaran lainnya.

Masing-masing kecamatan terdapat 52 anak dan mendapatkan paket 1 kg daging kambing, susu dan telur senilai 250.000.

Adapun paket program bantuan ini mencakup pemberian paket gizi, susu, dan telur bagi keluarga penerima manfaat.

Saat di Kecamatan Jenggawah, dihadiri oleh Camat Jenggawah dan perwakilan Dinas Kesehatan Jember.

Pada Kesempatan itu, Camat Jenggawah Soetjahyo, menyampaikan bahwa paket bantuan untuk anak stunting ini berasal dari zakat, infaq dan sedekah yang dikumpulkan oleh BAZNAS Jember.

“Karenanya, paket ini dimaksudkan untuk dikonsumsi langsung, jangan sampai dijual,” ujarnya mengingatkan.

Pada saat pembukaan acara penyaluran bantuan Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Jember, KH. Abd. Aziz, S.S menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial keagamaan untuk memastikan zakat, infak, dan sedekah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat rentan.

“Kami bergerak cepat agar bantuan sampai tepat sasaran. Anak-anak penderita stunting membutuhkan perhatian segera, dan BAZNAS hadir untuk memastikan asupan gizi serta kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” tegasnya.

Sasaran program BAZNAS Jember peduli stunting berjumlah kurang lebih 14,598 anak, dengan kebutuhan anggaran sekira Rp 407.000.000,-, agar pendistribusian merata diseluruh Kecamatan se-Kabupaten Jember>

Jumlah sasaran itu cukup besar, karenanya perlu uluran tangan dari semua pihak untuk mengentaskan anak stunting di Kabupaten Jember.

“Kami ingin memastikan zakat yang dikelola BAZNAS tidak hanya bersifat karitatif, tapi juga berdampak transformatif,” ujarnya.

Pencegahan dan penanganan stunting, kata KH Abdul Aziz merupakan bagian dari investasi sosial untuk masa depan Jember.

“Tidak hanya itu, penting juga untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama yang sangat membutuhkan, caranya dengan berzakat dan berinfaq ke BAZNAS Jember,” ujarnya.

Selain itu, BAZNAS Jember juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Kecamatan, dan kader posyandu untuk melakukan pendampingan gizi dan edukasi kesehatan keluarga.

Melalui program ini, BAZNAS Jember berharap masyarakat semakin sadar bahwa zakat bukan sekadar ibadah individual.

“Tetapi juga instrumen sosial yang mampu menggerakkan perubahan dan meningkatkan kualitas hidup umat,” katanya..

Lebih lanjut, KH Abdul Aziz berharap kepada para UPZ OPD, Kemenag, dan Badan Usaha di Kabupaten Jember, untuk mengeluarkan zakat dan infaqnya melalui Baznas Jember. Sehingga program ini berjalan dengan lancar.

“Insya Allah dalam beberapa hari ke depan Amil Baznas akan menghubungi semua UPZ untuk semakin meningkatkan pengumpulan zakat dan infaqnya,” ujarnya.

Program ini sedianya akan dilaksanakan di Aula Pemkab Jember dan dibuka oleh Bupati Jember Muhammad Fawait.

“Karena Gus Bupati sangat padat acaranya, maka kita awali dengan safari ke wilayah kecamatan-kecamatan,” kata KH Abdul Aziz.

“Semoga dalam beberapa hari ke depan Gus Bupati ada waktu dan kita adakan di aula pendopo,” imbuhnya. (#)

Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img