22.1 C
East Java

Babak Baru, DPRD Jember Bersama Bupati Jember Peringati Hari Jadi Jember ke 97 Melalui Gelar Rapat Paripurna Istimewa 

JEMBER, JEMPOLINDO.ID – DPRD Kabupaten Jember gelar Rapat Paripurna Istimewa, dalam rangka Peringati Hari Jadi Jember ke 97, di Gedung DPRD Kabupaten Jember, pada Jum’at (02/01/2026).

Menurut Ketua DPRD Kabupaten Jember Ahmad Halim, peringatan hari jadi Jember, dengan menggelar Rapat Paripurna, merupakan pertama kalinya dilakukan, sejak era reformasi.

“Kami mengundang segenap jajaran, Bupati dan Wakil Bupati Jember, Fotokopimda , Kepala OPD, Camat, dan elemen masyarakat,” jelasnya.

Momentum Meneguhkan Niat

Peringatan Hari Jadi Jember ini, kata Halim merupakan momentum meneguhkan niat, untuk Jember yang lebih maju.

“Tadi Bupati Jember menyampaikan capaian 2025, dan target di tahun 2026,” ujarnya.

Selama 10 bulan, Bupati Jember Muhammad Fawait menampakkan kinerjanya, dengan program layanan kesehatan gratis melalui UHC (Universal Health Coverage), Penyatuan tiket Papuma dan Watu Ulo, Beasiswa, pengoperasian Bandara Notohadinegoro dengan jadwal penerbangan Jakarta – Jember, dan Jember – Denpasar, serta banyaknya program nasional yang turun ke Jember.

“Bantuan pemerintah pusat, diantaranya bantuan penguatan ketahanan pangan melalui Kementerian Pertanian, bantuan sarana pendidikan melalui Kementerian Pendidikan, dan dukungan program UHC,” katanya.

Bantuan revitalisasi sarana pendidikan, Kabupaten Jember menerima lebih dari Rp 150 Miliar.

Pada bulan Agustus 2026, direncanakan Sekolah Rakyat (SR), akan beroperasi dengan jumlah siswa mencapai ribuan. Bantuan untuk sekolah Rakyat ini mencapai lebih dari Rp 200 miliar.

“Hal ini merupakan kepedulian Pemerintah Pusat dan Provinsi Jawa Timur, untuk kemajuan Jember,” jelasnya.

Widarto: Momentum Kebangkitan Jember

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember Widarto, menjelaskan bahwa peringatan hari jadi Jember ke 97 ini dilakukan ditengah upaya menghadapi tantangan, berbarengan dengan kebijakan efisiensi anggaran pusat.

“Tentu peringatan hari jadi Jember ini menjadi momentum, agar kita bisa melompat jauh lebih baik dari waktu ke waktu,” ujarnya.

Terlebih, Kabupaten Jember sedangkan menghadapi tantangan penurunan angka kemiskinan, rendahnya IPM, Kesenjangan sosial dan pertumbuhan ekonomi.

“Pertumbuhan ekonomi yang dimaksud, tentu yang berkualitas, yang tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang, tetapi merata,” ujarnya.

“Sehingga, ketika pertumbuhan ekonomi naik, maka Gini Rationya (tingkat ketimpangan) juga turun, bukan malah naik,” Imbuhnya.

Pernyataan Bupati Jember

Usai Rapat Paripurna, Bupati Jember Muhammad Fawait, didampingi Wakil Bupati Jember Djoko Susanto, dan Jajaran Pimpinan DPRD Kabupaten Jember, menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi Jember ke 97 ini, sejalan dengan pesan Presiden RI Prabowo Subianto.

“Indonesian sekarang sedang dilanda banyak bencana, Jadi kita peringati Hari Jadi Jember, tidak dengan pesta, tetapi dengan doa bersama, untuk mensyukuri,” katanya.

Peringatan Hari Jadi Jember ini, juga merupakan upaya mengenang para pendahulu yang telah berjuang untuk kepentingan kemajuan Kabupaten Jember.

“Sebuah bangsa yang besar, adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah. Karenanya, Kita peringati Hari Jadi Jember kali ini, sebagai bentuk mengenang para pendahulu kita, yang telah berjuang untuk Jember,” ujarnya.

Kado istimewa untuk Hari Jadi Jember, kata Gus Fawait, adalah keberhasilan mengentegrasikan tiket Papuma dan Watu Ulo.

“Selama 30 tahun, baru berhasil melakukannya. Jangan dilihat hanya itu ya, tetapi itu keberhasilan lobi yang kita lakukan bersama. Itu simbol diplomasi tertinggi,” katanya.

Selain itu, Pada Tahun 2025, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jember, tembus hingga Rp 1 Triliun.

“Tentu, kedepan akan terus kita tingkatkan. Saya optimistis, bisa tembus 1,3 hingga 1,5 Triliun,” tegasnya.

Optimisme itu bisa dicapai dengan cara mengoptimalkan sumber pendapatan yang sudah ada.

“Kita optimalkan dulu yang ada, sambil menutup kebocoran kebocoran yang terjadi. Jika kebocoran itu tidak tertutup, maka upaya apapun akan sulit tercapai,” jelasnya.

Pengalaman Gus Fawait sebagai mantan Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur, menyakini bahwa target itu akan tercapai.

“Kita optimis target itu akan tercapai, tanpa menaikan pajak. Bahkan kita kan sudah memberikan insentif pajak, penghapusan retribusi pasar dan parkir,” katanya

Masih adanya Silpa tahun2025, sebesar Rp 400 miliar, menurut Gus Fawait, justru membuka ruang fiskal.

“Kedepan, kita akan minta komitmen kepala OPD untuk menandatangani pakta integritas, seberapa besar anggaran yang bisa diserap,” tandasnya.

Gus Bupati, juga meminta DPRD Kabupaten Jember untuk turut mengevaluasi kinerja OPD.

“Sesuai petunjuk BKN, evaluasi akan dilakukan dalam tiga bulan sekali. Jika memang ada OPD yang kinerjanya kurang bagus, ya kita geser,” tegasnya.

Terjadinya penumpukan pekerjaan infrastruktur di akhir Tahun 2025, menurut Gus Fawait akan menjadi evaluasi pada tahun 2026.

“Saya setuju untuk dilakukan evaluasi. Kenapa saya dorong agar anggaran diperbesar pada awal tahun, supaya tidak menumpuk di akhir tahun,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati Jember menegaskan dalam menjalankan kebijakannya, senantiasa mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku.

“Saya bersama pak Wabup, dan OPD, berkomitmen untuk tidak melanggar aturan,” pungkasnya. (#)

  • Pewarta: Sundari
  • Editor: Miftahul Rachman 
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img