JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jember, Dra. Sartini, M.M., mendadak pingsan di hadapan pendemo saat menemui massa aksi di Kantor Pemkab Jember, Selasa (15/9/2026).
Insiden itu sempat dikira akting, terjadi di tengah proses komunikasi yang berlangsung tegang antara pejabat dan pengunjuk rasa.
Warga bersama mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Jember menggelar aksi tersebut.
Mereka mengatasnamakan GAWAT (Gerakan Wong Pasar Tanjung) dan menyuarakan tuntutan pembenahan tata kelola Pasar Tanjung yang berkeadilan.
Sartini sempat menjelaskan tanggapan atas tuntutan pendemo. Ia didampingi sejumlah kepala OPD, termasuk Kepala Bakesbangpol Indra Tri Purnomo dan Asisten II Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Jember Ratno Cahyadi Sembodo.
Mereka menemui pendemo di bawah terik matahari yang panas. Di tengah proses komunikasi itu, Sartini bersitegang dengan pendemo.
Tak lama kemudian, tubuhnya mendadak lunglai dan pingsan di hadapan massa aksi.
Sartini langsung dibopong meninggalkan lokasi demo dan dibawa ke klinik kesehatan di lingkungan Pemkab Jember.
Penyebab Pingsannya Sartini
Kepada sejumlah media, Ratno Cahyadi Sembodo menjelaskan penyebab insiden tersebut.
Menurutnya, Sartini pingsan karena kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih setelah sakit.
“Terkait insiden Bu Sartini, Bu Sartini pingsan karena kondisi fisiknya yang belum sepenuhnya pulih setelah sakit,” ujar Ratno.
Ia menambahkan, kondisi yang kurang fit ditambah faktor berdiri cukup lama dan cuaca yang sangat panas membuat fisik Sartini drop hingga harus dievakuasi ke dalam ruangan dan dibawa ke klinik kesehatan.
Komitmen Pemkab Jember
Terkait aspirasi pengunjuk rasa, Ratno menegaskan komitmen pemerintah daerah.
“Gus Bupati mendukung aspirasi dari GMNI, perwakilan pedagang Pasar Tanjung lantai atas, dan warga sekitar Samanhudi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Bupati Jember Muhammad Fawait telah memikirkan solusi atas permasalahan Pasar Tanjung.
Menurut Ratno, persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan hanya dari satu aspek regulasi, melainkan membutuhkan solusi yang tepat bagi setiap kelompok kepentingan.
Pemerintah daerah bahkan telah merancang revitalisasi Pasar Tanjung yang akan dibangun pada tahun 2027.
“Gus Bupati sedang memperjuangkan program revitalisasi Pasar Tanjung ke pemerintah pusat,” ujarnya.
Tahun ini direncanakan pembuatan Detail Engineering Design (DED), sedangkan proses pembangunan fisik akan dilakukan tahun depan.
Tuntutan GMNI Jember
Dalam aksi tersebut, pengunjuk rasa menyuarakan sejumlah tuntutan. Hal ini disampaikan Muhamad Faidzin, Wakil Ketua Bidang Politik DPC GMNI Cabang Jember. Tuntutan tersebut antara lain:
- Mendesak Pemkab Jember segera menyelesaikan persoalan tata kelola pedagang dan disfungsi akses jalan utama di kawasan Pasar Tanjung. “Kembalikan fungsi jalan sebagaimana keperuntukannya, bukan untuk jualan,” ujarnya.
- Mendesak penertiban dan penataan aktivitas perdagangan yang menggunakan badan dan bahu jalan di kawasan Pasar Tanjung.
- Mendesak pembalikan rekayasa arus lalu lintas di Jalan Samanhudi menjadi arah Selatan ke Utara untuk meningkatkan kelancaran mobilitas jual-beli.
- Mendesak Pemkab Jember menanggulangi segala bentuk penyelewengan, pungutan liar (pungli), premanisme, dan intimidasi di kawasan Pasar Tanjung. “Kita minta ditindak yang melakukan pungutan liar,” tambahnya.
- Mendesak pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pasar Tanjung sebagai wadah koordinasi dan pengawasan yang melibatkan unsur pemerintah, perwakilan pedagang, warga sekitar, serta akademisi dan/atau mahasiswa.
- Memastikan setiap kebijakan dan tindakan dalam penataan Pasar Tanjung dilaksanakan secara transparan, partisipatif, dan berkeadilan.
Pengunjuk rasa juga mengajak seluruh masyarakat Jember, khususnya pedagang, warga sekitar, pengguna jalan, mahasiswa, dan elemen masyarakat sipil, untuk bersama-sama mengawal setiap proses penataan dan penyelesaian persoalan Pasar Tanjung agar berjalan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Sedianya, pengunjuk rasa ingin bertemu Bupati Jember, Muhammad Fawait.
Namun, Bupati kebetulan ada tugas lain dan meminta beberapa kepala OPD untuk menemui pengunjuk rasa. (#)

