JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Pemerintah Kabupaten Jember meluncurkan program layanan kesehatan homecare dengan anggaran awal Rp3 miliar dari APBD 2026, untuk pengadaan armada mobil kesehatan.
Namun, biaya operasional jangka panjang program ini masih bergantung pada perjuangan pemkab mengalokasikan dukungan dari APBN melalui DPR RI.
Dalam peluncuran yang digelar di Puskesmas Sumberbaru, Kamis (24/7/2026), Bupati Jember Muhammad Fawaid bersama Wakil Menteri Kesehatan, Wakil Ketua BPTASKIN, anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Kawendra Lukistian, serta jajaran OPD dan camat se-Kabupaten Jember menegaskan komitmen mereka menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi warga kurang mampu.
50 Mobil dan 1.200 Tenaga Kesehatan Dikerahkan
Dinas Kesehatan Kabupaten Jember mengalokasikan Rp3 miliar untuk pengadaan 50 unit mobil layanan kesehatan. Program ini akan melibatkan 1.200 tenaga kesehatan yang diterjunkan langsung ke rumah-rumah warga.
Target sasaran layanan mencakup 25.000 hingga 50.000 kepala keluarga (KK) dari kalangan tidak mampu, penderita penyakit kronis, hingga ibu hamil. Layanan ini diberikan secara cuma-cuma tanpa pungutan biaya.
Homecare Jember: Yang Pertama di Indonesia?
Bupati Jember menyebut program homecare ini mungkin menjadi yang pertama di Indonesia yang dimulai dari tingkat kabupaten.
“Layanan ini memutus mata rantai angka kemiskinan. Ini menandakan pemerintah hadir untuk masyarakat,” ujar Gus Bupati, sapaan akrab Muhammad Fawaid.
Namun, pertanyaan kritis muncul, mampukah APBD Jember yang terbatas menopang operasional 1.200 tenaga kesehatan dan 50 armada mobil dalam jangka panjang?
Perjuangan Anggaran ke Pusat
Pemkab Jember berencana mengajukan dukungan anggaran lanjutan melalui APBN agar program tidak hanya bergantung pada APBD. DPR RI disebut akan menjadi pintu masuk perjuangan alokasi anggaran tersebut.
Tanpa kepastian pendanaan dari pusat, program yang menyasar puluhan ribu KK ini berisiko terhenti di tengah jalan. Apalagi, biaya operasional armada, gaji tenaga kesehatan, hingga logistik obat-obatan membutuhkan suntikan dana rutin yang tidak kecil.
Harapan di Balik Layanan Gratis
Bupati Jember berharap homecare benar-benar bermanfaat bagi masyarakat kurang mampu. Ia memohon doa untuk keselamatan bangsa dan kemajuan Pemkab Jember dalam mengentaskan kemiskinan serta mewujudkan kesejahteraan.
“Jember Baru, Jember maju, rakyat sejahtera,” pungkas Gus Bupati mengakhiri sambutannya.
Pertanyaan besarnya, mampukah komitmen politik dan dukungan anggaran berjalan seiring? Atau program ini hanya akan menjadi seremoni belaka? Warga Jember menanti bukti nyata. (#)
- Pewarta : Selamet Hariyadi
- Editor: Miftahul Rachman





