21 C
East Java

Menimbang MBG di UNEJ: Target Zero Accident dan Keterlibatan Akademik Jadi Prioritas

JEMBER, JEMPOLINDO.ID  – Universitas Jember (UNEJ) tengah mengkaji kemungkinan keterlibatannya dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat.

Kajian dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek akademik, tata kelola, hingga keamanan pangan.

Wakil Rektor IV Universitas Jember menyampaikan bahwa UNEJ pada prinsipnya terbuka untuk mendukung program pemerintah, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kualitas gizi masyarakat. Namun, keputusan final masih menunggu hasil kajian internal dan koordinasi dengan Badan Gizi Nasional.

“Kami masih mendalami berbagai aspek program ini, termasuk bagaimana tata kelola, rantai pasok, hingga standar keamanan pangan jika nantinya UNEJ terlibat dalam penyediaan layanan MBG,” ujarnya, para Selasa (19/05/2026)

Menurutnya, UNEJ memiliki sumber daya akademik yang relevan, antara lain Program Studi Gizi di bawah Fakultas Kesehatan Masyarakat serta bidang Teknologi Hasil Pertanian di Fakultas Teknologi Pertanian.

Pihak kampus juga menegaskan komitmennya terhadap standar keamanan pangan. Jika program ini dijalankan, UNEJ menargetkan konsep zero accident, yaitu tidak adanya kasus keracunan makanan, baik bagi penerima manfaat maupun petugas pengolah makanan.

“Kami ingin memastikan seluruh proses, mulai dari produksi hingga distribusi makanan, benar-benar aman dan memenuhi standar kesehatan,” tambahnya.

Selain itu, kampus akan melibatkan dosen dan program studi terkait untuk memberikan masukan sebelum keputusan diambil. Aspirasi mahasiswa dan sivitas akademika juga menjadi bagian dari pertimbangan dalam proses kajian.

UNEJ saat ini telah memiliki pengalaman dalam pengelolaan kantin sehat dan halal di lingkungan kampus, termasuk pengembangan zona kuliner halal, aman, dan sehat yang sebelumnya bekerja sama dengan Bank Indonesia.

Meskipun belum ada penugasan resmi dari pemerintah, UNEJ mulai mempersiapkan skema implementasi jika nantinya ditunjuk sebagai penyedia Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Program tersebut diperkirakan membutuhkan investasi besar, mulai dari pembangunan fasilitas hingga sistem distribusi makanan.

Selain di Jember, UNEJ juga membuka kemungkinan pengembangan layanan di kampus luar daerah, seperti Bondowoso, tergantung pada hasil kajian dan penugasan pemerintah.

“Pihak kampus berharap keterlibatan dalam program MBG nantinya tidak mengganggu pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, melainkan justru memperkuat kontribusi kampus dalam mendukung program pembangunan nasional,” ujar Prof. Drs. Bambang Kuswandi. (#)

  • Pewarta: Selamet Hariyadi 
  • Editor: Miftahul Rachman 
Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img