19.8 C
East Java

Hardiknas 2026, Wakil Ketua DPRD Jember Fuad Akhsan: Kolaborasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menetapkan tema Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, yaitu “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” .

Tema ini mengajak seluruh elemen bangsa untuk berkolaborasi aktif demi menciptakan akses pendidikan berkualitas tanpa diskriminasi.

Makna Tema Hardiknas 2026

Pertama, Partisipasi Semesta mendorong kolaborasi aktif antara pemerintah, pendidik, orang tua, dan masyarakat.

Kedua, Pendidikan Bermutu untuk Semua menjadi komitmen bersama untuk menghadirkan akses pendidikan berkualitas secara merata, tanpa membatasi latar belakang geografis, sosial, atau ekonomi.

Tema ini bertujuan memperkuat komitmen terhadap pendidikan sebagai pilar peradaban dan daya saing bangsa, sekaligus meneladani perjuangan Ki Hadjar Dewantara.

Pemerintah juga meluncurkan logo Hardiknas 2026 dengan perpaduan warna biru dan kuning.

Warna biru melambangkan kepercayaan dan kecerdasan, sedangkan warna kuning merepresentasikan transformasi pendidikan nasional.

Wakil Ketua DPRD Jember: Partisipasi Aktif Semesta Elemen Wajib

Bertepatan dengan momentum Hardiknas 2026, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember, Fuad Akhsan, menekankan pentingnya kolaborasi lintas elemen. Menurutnya, pendidikan bermutu tidak hanya menjadi kewajiban pemerintah daerah atau pusat, melainkan seluruh komponen masyarakat.

“Saya rasa, tema ini menekankan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga semua pihak harus ikut serta meningkatkan kualitas pendidikan yang merata, terutama di Kabupaten Jember,” tegas Fuad.

Ia berharap Hardiknas tahun ini menguatkan refleksi nilai perjuangan Ki Hajar Dewantara.

“Intinya, pemerintah bertanggung tanggung jawab dan wajib berpartisipasi aktif memajukan pendidikan,” ujarnya.

Dukungan Muhaimin Iskandar: Sekolah Rakyat sebagai Agen Pemberdayaan

Pernyataan Fuad sejalan dengan pandangan Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin). Berdasarkan informasi hingga awal Mei 2026, Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, ini menekankan peran strategis pendidikan sebagai alat pemberdayaan, khususnya bagi kelompok kurang mampu.

Berikut poin-poin utama fokus pendidikan Gus Muhaimin:

  • Pemberdayaan melalui Sekolah Rakyat: Ia menegaskan bahwa lulusan Sekolah Rakyat—yang menyasar anak dari keluarga miskin—harus tampil sebagai agen pemberdayaan, bukan sekadar penerima manfaat. Hingga Mei 2026, lebih dari 14,9 juta peserta didik dari 34 provinsi telah mengikuti program ini.
  • Fokus pada Pendidikan Bermutu untuk Semua: PKB berkomitmen penuh mengawal kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM, memperbaiki fasilitas pendidikan, dan menyejahterakan guru demi masa depan yang lebih cerah.
  • Momentum perbaikan sistem: Gus Muhaimin selalu menjadikan peringatan Hardiknas sebagai momentum mendorong perbaikan sistem pendidikan agar lebih merata, tidak timpang antarwilayah, dan melahirkan generasi berkarakter.

Dengan kolaborasi semesta dan komitmen nyata dari berbagai pihak, Hardiknas 2026 diharapkan mampu mempercepat terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua anak Indonesia. (#)

- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img