17.6 C
East Java

Hardiknas 2026, Ketua Komisi D DPRD Jember: Wujudkan Pendidikan Merata

JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 mendorong Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Jember, Sunarsi Khoris, menyoroti tingginya angka anak tidak sekolah (ATS) atau putus sekolah.

“Saya berharap pendidikan di Kabupaten Jember semakin merata. Tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena biaya, jarak, ataupun fasilitas. Setiap anak di Jember berhak atas masa depan yang cerah, mari kita wujudkan bersama,” ujar Sunarsi tegas.

Data terverifikasi hingga Agustus 2025 mencatat sekitar 22.000 anak usia sekolah di Jember tidak menempuh pendidikan. Angka ini memang menurun dibanding periode sebelumnya yang sempat mencapai 40.000 anak, namun masih tergolong tinggi.

Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab utama, disusul pernikahan dini dan rendahnya kesadaran akan pentingnya pendidikan.

Pemerintah Kabupaten Jember pun terus bergerak menangani persoalan ini. Per Maret 2026, Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember mengaktifkan program “jemput bola” untuk menyisir anak putus sekolah hingga ke pelosok.

Selain itu, Dispendik juga mengoptimalkan program Sekolah Rakyat sebagai solusi nyata bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

Program Sekolah Rakyat—yang dihadirkan bersama Kementerian Sosial—tidak hanya menyekolahkan anak, tetapi juga memberdayakan orang tua mereka.

Langkah ini bertujuan memutus rantai kemiskinan sekaligus menjamin hak pendidikan kembali terpenuhi.

Sementara itu, Dispendik Jember terus melakukan verifikasi dan pendataan ulang. Masyarakat dapat memantau data resmi akhir 2026 melalui Portal Satu Data Jember atau aplikasi My-Dispendik Jember.

Komitmen pemerintah daerah pun semakin kuat, tidak boleh ada satu pun anak Jember yang tertinggal dari bangku sekolah. (#)

Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img