JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Isu Kelangkaan BBM di Kabupaten Jember masih terus terjadi. Pantauan di beberapa SPBU, sejak Kamis (05/03/2026) hingga Jum’at (06/03/2026) sore, masih terjadi antrian panjang di sejumlah SPBU.
Isu kelangkaan BBM ini, dipicu oleh pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang mengatakan bahwa stok BBM hanya cukup untuk 20 hingga 23 hari kedepan.
Selain itu, berita tentang peperangan antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat, juga turut memicu terjadinya panic buying.
Kepanikan itu diduga mendorong para spekulan memanfaatkan kesempatan dengan memborong BBM jenis Pertalite, di beberapa SPBU.
Modusnya, para spekulan turut mengantri di SPBU menggunakan sepeda motor bertangki jumbo, mobil dan bahkan galon air.
Pemkab Jember Menjawab
Menjawab isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang beredar luas di masyarakat Kabupaten Jember, Bupati Jember Muhammad Fawait menjamin stok aman dan melimpah.
Informasi yang ramai diperbincangkan di media sosial tersebut diklaim tidak berdasar dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Kondisi dunia memang sedang tidak stabil karena peperangan di Timur Tengah, tetapi anggapan kelangkaan BBM di Jember tidak terbukti,” ujar Bupati Fawait, pada Kamis (5/3/2026).
Berdasarkan hasil koordinasi dengan Pertamina, Bupati Fawait menegaskan bahwa data yang diterima menunjukkan pasokan BBM untuk masyarakat Jember sangat mencukupi.
“Berdasarkan data yang kami terima, kondisi BBM di Kabupaten Jember aman bahkan melimpah,” tegasnya.
Bupati Jember Imbau Masyarakat Tidak Panic
Meskipun stok dipastikan aman, pemerintah menyadari bahwa isu yang telanjur beredar di masyarakat sempat menimbulkan keresahan.
Kekhawatiran warga berpotensi memicu aksi pembelian dalam jumlah besar atau panic buying di sejumlah SPBU, yang justru dapat menciptakan antrean panjang dan kelangkaan buatan.
Menyikapi hal tersebut, Pemkab Jember mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Atas nama Pemkab Jember, kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying,” kata Fawait.
Orang nomor satu di Jember ini juga mengajak warganya untuk mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan-kegiatan positif, alih-alih terpancing isu yang meresahkan.
“Lebih baik masyarakat memanfaatkan bulan Ramadan dengan kegiatan positif seperti tadarus dan meningkatkan ibadah,” imbaunya.
Langkah Antisipatif dan Intervensi Pemerintah
Langkah antisipatif juga telah disiapkan pemerintah. Fawait menambahkan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan Pertamina untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan permintaan di tengah masyarakat.
Jika aksi panic buying tetap terjadi, pemerintah dan Pertamina siap melakukan intervensi dengan menambah pasokan guna memastikan distribusi tetap lancar dan kondisi kembali terkendali.
“Kalau nanti terjadi panic buying, kami bersama Pertamina tidak akan berpangku tangan. Stok bisa kami tambah agar kondisi tetap terkendali,” tandasnya.
Bakal Tindak Tegas Penimbun BBM
Menindak lanjuti pesan Bupati Jember, Pj Sekda Jember Akhmad Helmi Luqman juga telah melakukan sidak ke beberapa SPBU.
Dia menegaskan bahwa pasokan BBM dari Depo Banyuwangi sebanyak 300 ton ke Jember, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jember.
“Jadi jangan kuatir, stoknya cukup,” katanya.
Helmi mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan panic buying, serta tidak menimbun BBM.
“Jika ada yang menimbun, kami bersama APH kami menindak,” tandasnya. (#)





