19.8 C
East Java

Kecelakaan Maut di Perlintasan Sukoreno Jember, Ibu 66 Tahun Tewas Tertabrak KA Logawa

JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Seorang warga perempuan meninggal dunia setelah tertabrak kereta api di perlintasan Dusun Krajan 2, Desa Sukoreno, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, pada Jumat (9/1/2026) pagi.

Korban identitasnya Almarhumah Ibu Sritumi (66 tahun), warga RT 011/RW 004 Dusun Krajan 2, Desa Gambiran, Kecamatan Kalisat. Beliau diketahui bekerja sebagai buruh tani.

Insiden tersebut melibatkan Kereta Api Logawa relasi Ketapang-Purwokerto dengan nomor lokomotif CC 2039804. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.11 WIB di jalur 3 Km 210 lintas Kalisat.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan laporan awal, kronologi kejadian adalah sebagai berikut:

  • KA Logawa berangkat dari Stasiun Kalisat.
  • Saat melintas di Desa Sukoreno, korban yang sedang berjalan di jalur rel diduga tidak menyadari kedatangan kereta.
  • Korban kemudian tertabrak dan terpental, mengakibatkan luka parah di sekujur tubuh dan meninggal dunia di tempat.
  • Warga melaporkan kejadian ke Polsek Kalisat pukul 08.20 WIB.
  • Petugas gabungan Polsek Kalisat, Polsus KA, dan pihak lain segera mendatangi TKP.
  • Jenazah korban dievakuasi ke RSUD Kalisat untuk proses autopsi sekitar pukul 10.10 WIB.

Identitas Petugas dan Saksi

Petugas KA Logawa yang bertugas saat kejadian:

  • Masinis: Hartono Adi
  • Asisten Masinis: Sahifil Imron
  • Kondektur: Firman Dwi H
  • Tim Keamanan: Adi T.
  • Pengawalan: Wildan MA (juga tercatat sebagai saksi)

Beberapa saksi yang dicatat dalam laporan:

  • Wildan MA (34 th), Pengawal KA, warga Kalisat.
  • Jamik (50 th), Ulu-ulu, warga Dusun Krajan, Sukoreno.
  • Adan (58 th), Ketua RT setempat.

Tindakan dan Respons Cepat Petugas

Lokasi kejadian segera diamankan oleh petugas gabungan yang terdiri dari:

  • Kapolsek Kalisat beserta anggota (Reskrim, Intelkam, SPKT)
  • Anggota Koramil 0824/03 Kalisat (2 orang)
  • Perangkat Desa Sukoreno
  • Masyarakat setempat

Tindakan yang dilakukan meliputi pengamanan TKP, pencatatan keterangan saksi, evakuasi korban, dan pelaporan berjenjang.

Pendapat Awal dan Imbauan

Berdasarkan informasi awal dari pelapor, diduga korban mengalami gangguan pendengaran dan kondisi kejiwaan yang tidak stabil, sehingga tidak menyadari keberadaan kereta yang mendekat meskipun sudah membunyikan klakson.

Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan di perlintasan dan area rel kereta api.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada, tidak berjalan di jalur rel, dan mematuhi rambu-rambu keselamatan untuk mencegah korban jiwa serupa terulang.

Berita ini disusun berdasarkan laporan resmi yang diterima redaksi. Investigasi lebih lanjut masih dilakukan oleh pihak berwajib. (#)

- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img