18.6 C
East Java

Kualitas Aspal Jelek, Komisi C DPRD Jember Stop Pengerjaan Proyek Peningkatan Jalan 

JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Anggota Komisi C DPRD Jember, David Handoko Seto hentikan paksa pengerjaan proyek peningkatan jalan, di jalan Manggis Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, pada Rabu (24/12/2025) pagi.

Tonton juga: 

Sesuai yang tertera pada papan nama proyek, nilai proyek sebesar 399.135.000, bersumber dari APBD Kabupaten Jember 2025.

Pelaksana proyek CV Bintang Abadi, Pengawas Proyek CV Ananta Karya Konsultan dan Perencana CV Angling Dharma Konsultan.

Pengerjaan proyek mulai tanggal 7 Nopember 2025, dan seharusnya selesai pada tanggal 10 Desember 2025.

Namun, hingga lewat 14 hari, proyek tersebut masih belum selesai.

Penghentian pengerjaan proyek tersebut, karena material aspal yang digunakan sudah tidak layak.

Setelah dilakukan pengecekan suhu AMP (Aspal Mix Plant) saat penghamparan sudah mengalami pengurangan hingga tersisa suhu 50 derajat celcius, dari seharusnya 130 derajat.

“AMP dengan suhu 50 derajat, sangat tidak layak untuk dikerjakan, kalau dipaksakan kualitas jalan akan cepat rusak, dan tentunya, nanti masyarakat yang dirugikan, kami minta proyek ini dihentikan dulu, atau di kerjakan ulang dari awal, dengan AMP yang sesuai,” ujar David, saat melakukan inspeksi mendadak di lokasi proyek.

Anggota Komisi C DPRD Jember Tegas Menolak

David tidak ingin, proyek yang sudah diprogramkan Pemkab Jember, memiliki kualitas jelek

“Kalau dipaksakan, akan hancur, tentu Bupati atau Pemkab Jember yang akan disalahkan,” tegasnya.

David meminta agar proyek peningkatan jalan yang sudah hampir mencapai 70 persen tersebut, dibongkar dan dimulai dari awal.

“Ini AMP sudah tiba kemarin malam sekitar jam 8, dan baru dihamparkan, atau dikerjakan sekitar jam 7 tadi,” katanya.

Lebih lanjut , David akan meminta tim ahli untuk melakukan pengecekan, atas kelayakan peningkatan jalan yang sudah selesai ini.

“Kalau tidak layak, harus dibongkar total,” tegasnya.

Rekomendasi Konsultan Pengawas

Konsultan Pengawas, Yudi, yang juga berada ke lokasi, juga membenarkan bahwa kualitas AMP yang digunakan sangat tidak layak, dan harus di ganti.

“Kalau melihat suhu AMP ini, yang hanya 50 derajat, memang tidak layak untuk diteruskan, dan harus diganti dan dihentikan,” ujarnya.

Yudi menjelaskan, bahwa keterlambatan penghamparan aspal, yang seharusnya dikerjakan malam hari, dikarenakan adanya kendala kerusakan alat berat, dan alat pengganti baru tiba tadi pagi.

“Semalam kami memang mendapatkan info, kalau ada kendala teknis, alat berat trouble, dan baru tadi pagi didatangkan dari Banyuwangi,” katanya. (*)

  • Pewarta: Selamet Hariyadi
  • Editor: Miftahul Rachman 
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img