17 C
East Java

Wisuda UIJ Tertunda, Tuai Kritik Mahasiswa 

JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Tertundanya rencana agenda Wisuda Universitas Islam Jember (UIJ), menuai kritik dari Mahasiswa.

Pasalnya, informasi rencana wisuda telah membuat kebingungan para Mahasiswa, yang sudah menyelesaikan masa studinya.

Maulana Abdullah fanani Selaku Presiden Mahasiswa BEM UIJ, menyebut kejelasan informasi terkait pelaksanaan wisuda di Kampus Universitas Islam Jember, seharusnya menjadi tanggung jawab utama pihak pimpinan kampus.

“Namun, kenyataannya, informasi wisuda yang disampaikan justru tidak jelas dan terkesan tidak terkoordinasi,” ujar Maulana kepada media ini, pada Senin (15/12/2025)

Ketidakjelasan Informasi Wisuda

Sudah jelas pada tanggal 27 Oktober lalu, pihak dari Universitas Islam Jember menginformasikan melalui instagram resminya, berupa pamflet dan banner, yang tersebar luas, bahwa pendaftaran wisuda tanggal 27 Oktober 2025 sampai dengan 15 November 2025, dan pelaksanaannya 13 Desember 2025.

“Namun informasi itu hanyalah formalitas belaka, sampai pada akhirnya pelaksanaan wisuda pada tanggal 20 Desember 2025,” kata Maulana.

Akibatnya, banyak mahasiswa mengalami kebingungan, terkait jadwal, mekanisme pendaftaran, teknis pelaksanaan, hingga kepastian waktu dan tempat wisuda.

“Informasi yang disampaikan secara bertahap, berubah-ubah, bahkan terlambat menunjukkan kurangnya komunikasi yang efektif dari pihak pimpinan kampus Universitas Islam Jember kepada mahasiswa sebagai pihak yang terdampak langsung,” ujarnya.

Maulana Abdullah, menyoroti ketidakjelasan ini, tidak hanya menimbulkan keresahan, tetapi juga berdampak pada persiapan mahasiswa dan keluarga.

“Mahasiswa harus mengatur waktu, biaya, dan kehadiran orang tua, sementara kepastian informasi dari kampus tidak kunjung diberikan,” kata Maulana.

Kerancuan ini, kata Maulana mencerminkan kurangnya empati terhadap kondisi mahasiswa yang telah menyelesaikan kewajiban akademiknya.

“Sebagai pimpinan institusi pendidikan, pihak kampus seharusnya mampu memberikan kepastian, transparansi, dan arah kebijakan yang jelas,” tegas Maulana.

Wisuda bukan sekadar acara formal, melainkan bentuk pengakuan resmi atas perjuangan mahasiswa. Ketidakjelasan informasi justru mencederai makna tersebut.

Maulana berharap pimpinan kampus dapat melakukan evaluasi serius terhadap sistem penyampaian informasi wisuda.

Komunikasi yang terbuka, terpusat, dan tepat waktu harus menjadi prioritas agar ke depan tidak terjadi kebingungan serupa.

“Kritik ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kualitas tata kelola kampus yang lebih baik,” tandasnya.

Klarifikasi Rektorat

Wakil Rektor (warek) lll Dr. Nuzulul Ulum, menanggapi pernyataan mahasiswa, bahwa pengunduran pelaksanaan wisuda, disebabkan belum siapnya gedung yang akan digunakan.

“Tanggal 13 Desember, di New Sari Utama, seperti biasanya. Itu enggak bisa ditempati, ternyata,” ujarnya.

Pada tanggal yang sama, gedung tersebut ditempati acara lain, yang sudah dipesan pihak lain sebelumnya. .

“Kemudian, setelah dikonfirmasi, ternyata hari Sabtu, 20 Desember, gedung tersebut baru bisa digunakan,” jelasnya. (#)

  • Penulis : Sundari Rianto
  • Editor: Miftahul Rachman
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img