Jember, Jempolindo.id – Pelaksanaan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kesejahteraan Rakyat (KESRA) tahun 2025 di Desa Tisnogambar, Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember, menjadi sorotan. Pada Sabtu (29/11/2025).
Baca juga:
Meski, acara bantuan sosial ini disambut antusias oleh ratusan warga penerima manfaat, minimnya fasilitas pendukung, terutama kursi, menuai kritik dari masyarakat.
Berdasarkan pantauan dan dokumentasi, banyak warga, termasuk lansia, terlihat terpaksa duduk lesehan di lantai semen. Saat sosialisasi berlangsung, hingga menunggu giliran proses pencairan.
Kondisi ini terlihat jelas di area luar gedung balai pertemuan desa, di mana pilar-pilar menjadi saksi tidak tersedianya tempat duduk yang memadai.
Warga Mengeluh, ketidaknyamanan Hingga Rasa Lelah.
Salah seorang warga, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan rasa kecewanya.
“Engko dari jatisari dejenah lapangan cong,molen gik lagguh gellek kol 8 sampe sore kol 3 yak gik buru mole.ye tojuk bebe jek tadek korsenah,” uja penerima BLTS, dalam bahasa Madura.
Warga juga membandingkan dengan desa lain, yang melayani masyarakat penerima bantuan dengan lebih nyaman.
“Desoku iki sun, nek semisal dapat bantuan ngunu, iku ono kursine terus di toto rapi, tapi neng kene mbambong, sala akeh sampah e,” ujar warga.
Warta penerima manfaat, didominasi oleh ibu-ibu dan kaum lansia, duduk berdesakan beralaskan seadanya.
Meski panitia telah memasang spanduk besar bertuliskan “Selamat Datang BLTS KESRA 2025,” kemeriahan sambutan tersebut kontras dengan kurangnya perhatian terhadap kenyamanan para penerima bantuan.
Kondisi ini segera menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat, mengenai kesiapan dan perencanaan panitia desa dalam menyelenggarakan acara berskala besar yang melibatkan banyak warga, khususnya kelompok rentan seperti lansia.
Standar Pelayanan pengadaan kursi atau tikar yang memadai tidak dianggarkan atau dipertimbangkan, mengingat pentingnya kenyamanan dan keselamatan warga.
Apakah fokus utama hanya pada penyaluran dana, mengabaikan aspek pelayanan dan fasilitas dasar bagi masyarakat?
Kejadian ini diharapkan menjadi catatan penting bagi Pemerintah Desa Tisnogambar maupun pihak penyelenggara kegiatan di masa mendatang.
Kritikan yang muncul bukanlah semata-mata keluhan, melainkan bentuk harapan agar pelayanan publik ditingkatkan, memastikan bahwa setiap warga diperlakukan dengan layak dan bermartabat.
Warga berharap pada penyaluran bantuan atau kegiatan massal selanjutnya, fasilitas dasar seperti tempat duduk yang layak, tenda peneduh, dan akses sanitasi menjadi prioritas utama. (#)
- Pewarta: Sundari
- Editor: Miftahul Rachman





