Jember, Jempolindo.id – Peserta Gerak Jalan Tajemtra 2025 dilepas langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E, M.Sc dari Alun Alun Kecamatan Tanggul.
Hadir pada saat pelepasan peserta Gerak Jalan Tajemtra 2025, diantaranya Forkopimda, Wakil Bupati Jember Djoko Susanto, Pimpinan DPRD Kabupaten Jember, Kepala OPD Pemkab Jember dan sejumlah tokoh masyarakat.
Kepada awak media, Gus Fawait menyampaikan bahwa Gerak Jalan Tajemtra merupakan tradisi tahunan Pemkab Jember, untuk meningkatkan sektor ekonomi dan pariwisata.
“Kita berharap Gerak Jalan Tajemtra dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama PKL, disepanjang yang dilewati peserta Gerak Jalan Tajemtra,” ujarnya.
Gus Fawait berjanji akan membuat Gerak Jalan Tajemtra tahun depan lebih meriah lagi.
“Kami sudah berkoordinasi dengan beberapa kepala daerah, untuk membuat Gerak Jalan Tajemtra tahun depan lebih meriah lagi,” tegasnya.
Tajemtra 2025 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga simbol kebersamaan dan kebanggaan masyarakat Jember.
“Kegiatan ini memperkuat semangat persaudaraan menuju Jember Baru, Jember Maju,” tandasnya.
Pada kesempatan itu, Gus Fawait juga menyampaikan, bahwa Penerbangan Pesawat dari Bandara Notohadinegoro dengan rute Jember – Jakarta, akan aktif pada awal bulan September 2025.
Selain itu, Gus Fawait juga menyampaikan akan membuat jalan protokol Jember – Tanggul lebih lebar lagi.
“Kita akan perlebar jalan Jember Tanggul, agar tidak lagi mengalami macet,” tandasnya.
Peserta Tajemtra 2025 Lebih Banyak
Berdasarkan informasi dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jember, partisipasi peserta pada tahun ini cukup antusias, setidaknya telah terdaftar sebanyak 15.171 pejalan dari berbagai daerah.
Gerak Jalan Tradisional ini, melewati rute sepanjang 30 km, dari Alun-Alun Tanggul hingga finish di Alun-Alun Jember.
Kegiatan ini menjadi pesta rakyat dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI .
Rekayasa Lalin
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jember, Dr. Edy Budi Susilo, M.Si menyatakan, bahwa peserta tidak hanya berasal dari Jember, tetapi juga dari luar Jawa Timur seperti Sumatera Barat (80 peserta), Bali, Sulawesi, Balikpapan, dan Bandung.
“Sementara dari dalam provinsi, peserta datang dari Banyuwangi, Surabaya, Lumajang, dan Madura,” ujarnya.
Untuk kelancaran acara, Dinas Perhubungan Jember melakukan penutupan dan pengalihan arus lalu lintas secara bertahap sejak pukul 10.00 WIB.
Kendaraan dari arah barat (Surabaya) dialihkan melalui jalur Kencong-Wirolegi . Peserta juga diimbau tidak meninggalkan shalat 5 waktu, dan telah difasilitasi musala serta posko di sepanjang rute .
Panitia menyiapkan hadiah total senilai Rp100 juta, termasuk motor matic, TV, kulkas, dan uang tunai. Kategori lomba meliputi perorangan putra/putri, beregu pelajar, beregu umum, serta yel-yel dan kostum terbaik . (Slmt)





