CUITAN REDAKSI
Beranda / CUITAN REDAKSI / RPH Sumber Klopo Sinergi Bersama Masyarakat Sekitar Hutan 

RPH Sumber Klopo Sinergi Bersama Masyarakat Sekitar Hutan 

jempolindo, jember, KRPH Sumber Klopo, Perum Perhutani, Sinergi
Keterangan: KRPH Sumber Klopo Kusno (tengah) bersama Takmir Masjid Baitul Amin

Jember _ Jempolindo.id _  Sebagai upaya membangun sinergi antara Perum Perhutani  dan Masyarakat sekitar hutan, RPH Sumber Klopo BKPH Lereng Hyang Barat KPH Jember, terus berupaya terlibat aktif dalam setiap kegiatan kemasyarakatan yang ada di Wilayah kerjanya.

jempolindo, jember, RPH SUmber Klopo,perum perhutani, sinergi

Keterangan: Pembangunan Masjid Baitul Amin Bedahan Toko Curahkalong, kebersamaan Perum Perhutani dan Masyarakat

Baca Juga: Papuma Fashion Week Gairahkan Destinasi Wisata Jember. Bupati Jember: Pasca Pandemi Ekonomi Kita Harus Bangkit 

Salah satu wujud kebesamaan antara Perum Perhutani dan masyarakat, menurut Kepala Resort Pemangku Hutan (KRPH) Sumber Klopo Kusno, bukan hanya dalam hal pengeloloaan hutan, melainkan dalam setiap kegiatan yang ada di masyarakat sekitar, pihaknya berupaya untuk terlibat aktif.

Seperti, yang baru saja dilakukannya, yakni pembangunan Masjid Baitul Amin, dusun Bedahan Toko Desa Curahkalong, Kecamatan Bangsalsari Jember.

“Kami bersama sekira 400 orang masyarakat, bersama – sama, melakukan renovasi perbaikan masjid Baitul Amin,” ujar Kusno

Melacak Jejak Sejarah dan Makna Kata “Londo Ireng”

Kondisi Masjid Baitul Amin, menurut Kusno memang sudah waktunya untuk dilakukan renovasi. Selain kondisinya sudah cukup tua, kapasitas daya tampung jamaah juga perlu diperbesar.

“Mengingat perkembangan jaman, dan pertambahan jamaah yang memanfaatkan masjid itu untuk ibadah,” ujarnya.

Lebih lanjut,  Kusno menjelaskan, kebersamaan antara masyarakat dan Perum Perhutani, diperlukan agar konsep Hutan Lestari dapat dijalankan sebagaimana mestinya.

“Karena gak mungkin, kami (Perum Perhutani) hanya bergerak sendiri dalam merawat hutan yang ada, kami butuh bersama – sama masyarakat,” ujar Kusno, saat dikonfirmasi Jempolindo, pada Sabtu (24/12/2022) malam.

Hamparan hutan yang berada di bawah kendalinya, sekitar luasan 5700 hektar, kata Kusno harus mendapatkan sentuhan tata kelola yang lebih baik, sehingga tetap terjaga kelestariannya.

Pusaran Rasuah di Lombok Barat: Dari Alphard hingga Sapi Kurban

“Itulah mengapa, kami berusaha untuk membangunkan kesadaran masyarakat agar fungsi hutan dapat lebih optimal,” ujarnya.

Pada era menjelang reformasi, kata Kusno kawasan tersebut sempat rusak parah, akibat euforia reformasi, sehingga terjadi penebangan liar, yang mengakibatkan kerusahakan hutan.

“Namun, kini sudah mulai pulih kembali, setelah kami terus berupaya agar masyarakat juga turut serta dalam menjaga dan merawat kelestarian hutan,” katanya.

Kedepan, Kusno berharap bahwa sinergisitas antara Perum Perhutani Jember dan masyarakat dapat terus ditingkatkan. Sehingga hutan dapat berfungsi optimal. Bukan saja sebagai penghasil kayu, namun masih banyak potensi hutan yang belum dikelola dengan baik.

“Kami berharap, agar hutan dapat memberikan manfaat bagi kehidupan,” tegasnya. (Gilang)

Realita menjadi guru honorer di balik janji PPPK 2026

Berita Terbaru

× Advertisement
× Advertisement