BERITA JEMPOL HIBURAN & WISATA
Beranda / HIBURAN & WISATA / Hanya Jualan Nasi Goreng Cukup Menghidupi Anak Tiga

Hanya Jualan Nasi Goreng Cukup Menghidupi Anak Tiga

Jember_ Jempolindo.id _ Pemuda Jember itu bernama Kadek Yono (34).  Hanya jualan nasi goreng, cukup untuk menghidupi anak tiga. Setiap hari mangkal di Jalan Letjen Suprapto, depan markas Armed Jember.

Baca Juga: Sarapan Nasi Pecel Khas Jember 

Kuliner yang dijualnya, Nasi Goreng Mawut, Nasi Goreng biasa dan Mie Goreng.

Omsetnya memang masih Rp 150.000 per hari, namun itu sudah cukup untuk hidup bersama keluarga kecilnya.

“Ya kalau dibilang sejahtera masih belum, tapi cukuplah,” katanya menuturkan, saat Jempol berkunjung, Minggu (04/12/2022) pukul 02.00 WIB.

FISIP UNDIP dan DP3AKB Jateng Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan Seksual di Kampus

Menurut Yono, modal yang harus dikeluarkan nya setiap hari sekira Rp 150.000.

“Keuntungan bersihnya ya bisa 100 persen,” ujarnya.

Jika menilik namanya Kadek, pemuda itu tentu berasal dari Bali, yang ikut neneknya ke Jember, untuk bisa melanjutkan sekolah nya.

Lulusan SMK Negeri 4 Jember, tahun 2007 itu mengaku sejak masa sekolah, memang sudah bercita-cita ingin berwiraswasta saja.

“Apalagi, selama sekolah saya hidup dari hasil mengamen,” tuturnya.

Seminggu Jember Alami Krisis BBM, Bupati Jember Siapkan Langkah Antisipasi 

Setelah lulus sekolah, mencoba ikut seorang pamannya yang berjualan nasi goreng, yang mangkal di Jalan Letjen Suprapto.

“Selama ikut paman, saya belum bisa menggoreng nasi, hanya membantu membungkuskan saja,” katanya.

Setelah pamannya menderita sakit, sekira tahun 2013, Yono nekat menangani pembeli.

“Karena kan eman, kasihan paman juga, sudah gak bisa berjualan, ahirnya saya nekat sebisanya sudah,” ujarnya.

Bermodal nekat, Yono terus bertahan, melanjutkan profesi pamannya.

Krisis Pasokan BBM di Jember, Ini Penyebabnya

“Saya belajar sambil jalan,” katanya.

Kala itu, kata Yono omzetnya bisa mencapai 10 kg beras. Sejak tahun 2019, pada masa Pandemi Covid-19, omzetnya mulai turun.

“Sekarang sudah bertahan di 5 kg saja setiap hari, mungkin karena banyak pesaing,” katanya.

Menyadari omzetnya mulai turun, Yono berusaha berinovasi, dengan memberikan tambahan sosis.

“Setelah diberi tambahan sosis, ada juga perubahan nya,” tuturnya.

Kedepan, Yono masih ingin agar omzetnya bisa terus bertambah. (#)

Berita Terbaru

× Advertisement
× Advertisement