20.6 C
East Java

732 Paket Revitalisasi Sekolah Jember 2026 Sarat Pengkondisian

JEMBER, JEMPOLINDO.ID — Isu panas kembali mengganggu proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Kali ini, paket revitalisasi sekolah tahun 2026 yang mencapai 732 unit diduga kuat dikondisikan oleh oknum konsultan perencana berinisial D.

Proyek revitalisasi gedung sekolah ini bersumber dari APBN Tahun 2026.

Informasi yang beredar di kalangan rekanan jasa konstruksi Jember menyebutkan, aktor di balik pengkondisian proyek tersebut adalah seorang konsultan perencana yang namanya mulai sering diperbincangkan.

Namun, keberadaan oknum berinisial D itu masih simpang siur karena mengerucut pada dua nama: DS dan DAS, yang sama-sama disingkat dengan inisial D.

Dua Nama, Satu Isu

Tim media berhasil melacak dua konsultan perencana yang menjadi sorotan. Saat dikonfirmasi, keduanya justru saling melempar tanggung jawab.

DAS dengan tegas membantah keterlibatannya.

“Bukan saya itu mas. Saya tidak pernah merasa mengkoordinir pelaksanaan paket revitalisasi itu. Saya juga dengar kabar itu,” ujarnya singkat kepada tim media.

Meski baru aktif sekitar tiga tahun di dunia konsultan perencana, DAS dikenal memiliki jaringan erat dengan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah.

Sementara itu, DS mengakui bahwa dirinya memang mendapat bagian paket revitalisasi, namun dalam jumlah terbatas.

“Saya hanya dapat 2 paket untuk SD, sedangkan untuk TK sudah selesai dikerjakan. Saya berapa kali ditelpon teman-teman rekanan terkait persoalan ini, dan saya sampaikan saya tidak mengkoordinir paket tersebut,” tegasnya.

732 Paket, Dua Kategori

DS menjelaskan, jumlah total paket revitalisasi sekolah di Kabupaten Jember tahun ini mencapai 732 paket yang terbagi dalam dua kategori:

  1. Revitalisasi Reguler — sekitar 480 paket lebih.
  2. Paket Aspirasi — sisanya merupakan usulan dari anggota DPR RI.

Menurut DS, volume proyek yang besar itu sangat mungkin menjadi lahan subur bagi praktik pengkondisian jika tidak diawasi secara ketat.

Siap Dipertemukan

DS juga menyatakan kesiapannya untuk mengungkap fakta di balik kasus ini.

“Yang jelas saya tegaskan, bukan saya yang ‘bermain’. Saya siap ditemukan dengan siapapun terkait persoalan ini. Meskipun dipertemukan dengan DAS, saya siap, biar jelas siapa yang bermain,” pungkasnya dengan tegas.

Publik Menanti Tindakan Tegas

Kasus ini menjadi perhatian serius, mengingat anggaran revitalisasi sekolah bersumber dari APBN dan APBD yang nilainya tidak sedikit. Masyarakat dan para pelaku usaha jasa konstruksi berharap aparat penegak hukum serta inspektorat segera turun tangan melakukan investigasi mendalam.

Akankah oknum konsultan perencana yang bermain di balik layar segera terungkap? Publik menanti jawaban. (#)

- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img