17.5 C
East Java

60 Kader PDIP Jember Ikuti Pelatihan Percepat Penurunan Stunting, Widarto: Wujud Nyata Dukungan Terhadap Pemerintah 

Jember, Jempolindo.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Jember mengadakan pelatihan 60 kader penggerak percepatan penurunan stunting, di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember, pada Sabtu (20/09/2025).

Kader
Keterangan Gambar: Pelatihan 60 Kader Penggerak Penurunan Stunting DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember

Pelatihan itu bertajuk PDI Perjuangan Bersama Lawan Stunting, merupakan upaya keterlibatan kader secara langsung dalam upaya percepatan penurunan stunting di wilayahnya.

Menurut Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember Widarto, hal ini merupakan bagian dari komitmen PDI Perjuangan Kabupaten Jember dalam mendukung program pemerintah nasional yang menargetkan penurunan prevalensi stunting hingga 14 persen pada 2024.

Namun, prevalensi stunting di Kabupaten Jember, berdasarkan hasil survei SSGI pada tahun 2024, mencapai hingga 30 persen, diantaranya 6 persen yang sangat parah.

“Kita tidak berdebat soal data, prinsipnya adalah, seperti diajarkan Ketua Umum Kami, bahwa politik itu adalah kehidupan,” jelasnya.

Dalam kehidupan itu, ada persoalan kualitas generasi, baik fisik, mental dan pendidikannya.

“Hari ini tidak hanya beretorika, kita ingin berkontribusi agar penurunan angka stunting bisa signifikan,” jelasnya.

Sengaja dipilih Kader-kader PDI Perjuangan, yang telah menjalani penyaringan dan pelatihan khusus untuk memastikan kesiapannya, dalam menjalankan program pencegahan stunting, di beberapa Kecamatan, diantaranya Kecamatan Sukorambi, Pakusari, Sumbersari, Patrang dan Arjasa.

“Meski tidak menyeluruh, kita akan terjunkan teman teman, sebagai pilot project di Kecamatan Sukorambi terlebih dahulu,” ujarnya.

Kader penggerak, akan memulai dengan melakukan pendataan remaja putri, yang berpotensi adanya pernikahan dini, dan penyebab stunting lainnya.

“Nah, ini akan kita lakukan bersama sama, dengan Puskesmas, kader posyandu, dan tokoh masyarakat,” tegasnya.

Secara khusus, PDI Perjuangan mengajak tokoh masyarakat, untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Karena, yang ngomong orang yang tidak berkompeten bisa mental,” ujarnya.

Prioritas penanganan stunting, kata Widarto dengan menangani sumber masalahnya di hulu.

“Sedangkan, yang sudah terkena stunting biar ditangani petugas kesehatan,” ujarnya.

Dukungan dari pemerintah daerah dan lembaga terkait juga diperkuat melalui Perpres No. 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, yang menjadi landasan hukum bagi semua pihak untuk berkolaborasi.

“Kami targetkan penurunan stunting di Kabupaten Jember hingga 5 persen, terutama di wilayah yang menjadi pilot project,” tegasnya.

Upaya itu, kata Widarto merupakan wujud nyata dukungan PDI Perjuangan terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember, dalam penurunan angka stunting.

“Meskipun, kami bukan partai pengusung, tetapi kami membantu pemerintahan Gus Fawait, dengan cara langkah konkret,” tandasnya.

Upaya yang dilakukan PDI Perjuangan Kabupaten Jember, dibekali dengan semangat gotong royong, tanpa anggaran APBD.

“Ini merupakan upaya kita secara gotong royong, untuk menjadikan Jember lebih baik ke depan,” tutupnya. (Slmt)

Table of Contents
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img