Jember, Jempolindo.id – Tingginya tingkat kekerasan dan perundungan (bullying ) terhadap anak di Kabupaten Jember, mendapatkan perhatian serius dari Bunda Paud Kabupaten Jember Gyta Eka Puspita.
Pernyataan itu disampaikan Ning Gyta, saat menghadiri Workshop Ekslusif, bertajuk “Intervensi Gangguan Mental pada anak dan siswa”, yang diselenggarakan Himpaudi Kabupaten Jember, di Mini Zoo Mangli, pada Rabu (30/07/2025).
Menurut Ning Gyta, dalam menanggulangi permalasahan anak, diperlukan pendidikan parenting, sebagai bekal terhadap orang tua dan guru, untuk membangun kualitas generasi bangsa.
“Parenting, atau pengasuhan anak, adalah proses mendidik, membimbing, dan mendukung perkembangan anak hingga dewasa. Ini melibatkan pemenuhan kebutuhan fisik, emosional, dan sosial anak, serta pembentukan karakter dan nilai-nilai. Parenting yang baik sangat penting untuk pertumbuhan anak yang optimal,” ujar Istri Bupati Jember Muhammad Fawait itu.
Membangun generasi yang berkualitas, kata Ketua Tim PKK Kabupaten Jember itu, bukan hanya tanggung jawab guru, melainkan tanggung jawab orang tua.
“Sehingga, dengan pendidikan parenting orang tua dan guru punya bekal yang cukup, untuk mendidik anak anaknya,” tegasnya.
Keseriusan Pemkab Jember
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Hadi Mulyono, yang turut mendampingi Ning Gyta, menegaskan keseriusan Pemkab Jember, dalam mendukung pendidikan anak sejak dini.
“Termasuk diantaranya dengan mendukung kegiatan workshop yang dilakukan oleh Himpaudi ini,” ujarnya.
Targetnya Guru Menjadi Konselor
Sementara, Ketua Himpaudi Kabupaten Jember Dra Sri Windaryati, menjelaskan bahwa kegiatan Workshop Ekslusif itu, merupakan program kerja Himpaudi.
“Setelah dilantiknya pengurus Himpaudi Kabupaten Jember, saya keliling ke seluruh lembaga pendidikan PAUD, dan kami temukan banyak masalah anak dan orang tua,” katanya.
Berpijak dari permasalahan yang ada, maka Himpaudi Jember membuat program Workshop Ekslusif, yang bertujuan untuk memberikan bekal kepada para guru Paud.
“Kami kan sering mendapatkan keluhan dari para orang tua, dalam mendidik anak anaknya,” ujarnya.
Melalui Workshop Ekslusif Parenting ini, maka para peserta bisa memiliki bekal yang cukup.
“Targetnya, setelah kegiatan workshop, maka semua guru PAUD dapat menjadi konselor, untuk memberikan bekal kepada orang tua, dan menanggulangi permasalahan yang dihadapi anak dan orang tua,” jelasnya.
Karenanya, Workshop ini merupakan upaya, agar dalam menyelesaikan masalah pendidikan anak usia dini, dapat dilakukan secara bersama sama, baik di sekolah, maupun di rumah.
“Seperti yang telah dikatakan Ning Gyta tadi, bahwa penanggulangan mental dan anak, merupakan tanggungjawab bersama, antara orang tua dan guru,” ujarnya.
Himpaudi Jember sekarang memiliki 2800 anggota, sedangkan yang ikut dalam Workshop kali ini ada 650 orang.
Menuju Indonesia Generasi Emas 2045
Workshop itu menghadirkan Narasumber, Dinar Thariq, founder Brainly Psychological, yang sudah berpengalaman di bidangnya.
Dalam paparannya Dinar menyebut, bahwa agenda besar bangsa ini adalah mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Untuk itu, maka penting mempersiapkan generasi yang berkualitas, dan tangguh dalam menghadapi segala tantangan jaman,” paparnya.
Sementara, membaca kondisi saat ini, masih adanya kekerasan terhadap anak dalam segala bentuknya, baik kekerasan fisik, maupun kekerasan verbal.
“Kekerasan terhadap anak itu, akan menyebabkan anak menjadi cacat kepribadiannya, sehingga berdampak pada kehidupan nya dimasa mendatang,” ujarnya.
Mengutip pendapat Abraham Maslow, tentang Teori Piramida Kebutuhan, yang terdiri dari kebutuhan Fisiologis, Rasa Aman, Sosial, Penghargaan dan Aktualisasi. Setiap kebutuhan itu, dibutuhkan oleh manusia secara umum.
“Untuk membangun generasi yang berkualitas, maka pendidik dan orang tua, harus memiliki bekal yang cukup, tentang bagaimana kebutuhan mendasar itu dapat terpenuhi kepada anak anaknya,” tandasnya. (Slmt)





