JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Kehadiran Bupati Jember Muhammad Fawait, saat giat Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) di Kecamatan Mumbulsari, pada Selasa (07/04/2026) menggugah harapan rakyat.
Seperti disampaikan Tokoh Masyarakat setempat, Umar Faruk Masruri, menyampaikan harapannya, saat dikonfirmasi media ini, melalui jaringan WhatsApp.
Normalisasi Saluran Irigasi
Umar menyampaikan bahwa saluran irigasi sepanjang 20 Km, yang melewati kawasan PTPN XII Kebun Mumbulsari, telah mengalami kerusakan parah.
“Saluran sekunder ini sudah perlu normalisasi, kerusakannya sudah parah, sehingga debit airnya tidak sampai ke wilayah kami,” ujarnya.
Karenanya, lahan sawah Smseluas kurang lebih 30 Hektar, dari semula kelas tanah sawah, sekarang banyak beralih menjadi sawah tadah hujan.
“Bila dibiarkan akan menjadi tanah kering yang harus dikeluarkan dari lahan sawah yangg dilindungi,” tegasnya.
BPJS Ketenagakerjaan Untuk Petani
Petani, kata Umar merupakan kelompok pekerja yang rentan mengalami kecelakaan kerja, karenanya sebisa mungkin mendapatkan perlindungan kesehatan dan kecelakaan kerja.
“Kami berharap, kelompok tani sebisanya didaftarkan BPJS ketenagakerjaan, seperti kepesertaan kader posyandu dan RT RW,” harapnya.
Tanah Pemakaman
Kondisi Tanah Pemakaman Umum di desa Mumbulsari sudah semakin sempit, karenanya membutuhkan tambahan lahan. Sedangkan, mayoritas tanah pemakaman merupakan wakaf pribadi yang kapasitasnya sudah habis.
“Di Desa Mumumbulsari lahan peninggalan Belanda sangat banyak untuk dimanfaatkan untuk fasum, tinggal mekanismenya bagaimana menjadi legal dan tidak lancung,” ujarnya.
Tata Kelola Sampah
Aktivitas kehidupan masyarakat di Mumbulsari, telah menyebabkan tumpukan sampah. Ironisnya, sampah itu dibuang sembarangan, sehingga mengotori lahan sawah.
“Kami berharap, adanya tata kelola sampah, agar sawah pertanian kami tidak menjadi tempat pembuangan sampah raksasa,” keluhnya.
Umar juga memohon bantuan pengelolaan sampah, untuk pesantren An Nur Desa Lampeji, yang jumlah santrinya sudah mencapai lebih 2000 santri.
“Kenapa?, karena pesantren tersebut merupakan barometer pesantren Tapal Kuda dan Madura,” ujarnya.
Penerbitan Sertifikat Tanah
Selain itu, Umar juga menyampaikan adanya penerbitan peralihan hak tanah sebanyak 70 kapling di Desa Gambiran Mumbulsari, yang dinilai merugikan para pembelinya.
“Karena para pembelinya, tidak mendapatkan akta atas peralihan tanah, dimana sertifikatnya terbit tanpa pemecahan persil,” katanya. (#)
- Pewarta: Sundari Rianto
- Editor: Miftahul Rachman





