JEMBER – JEMPOLINDO.ID – Mengetahui ada rumah warga miskin Ambruk, di Desa Balung Lor Kecamatan Balung Kabupaten Jember, Barisan Reaksi Cepat (Baret) Partai NasDem Jember merasa kecewa.Pernyataan itu disampaikan Sugeng Raharjo, Jum’at (16/07/2021).
“Untuk sekedar membantu meringakan beban Ponidi, kami berusaha membantu sekedarnya, sebagai bentuk kepedulian kami.Memang jumlahnya tidak seberapa, ya jangan dilihat jumlahnya,” ujar Politisi Nasdem itu.

Saat Baret Nasdem mengunjungi rumah ambruk itu, tampak warga sedang bergotong royong, membersihkan puing reruntuhan bangunan.
Sugeng mengaku mengetahui sendiri rumah milik Adi alias Ponidi (62) warga Jalan Madura, Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, yang ambruk pada hari Kamis (15/07/2021) sekira pukul 17.00 WIB.
“Ambruknya rumah menurut warga sekitar, yang mengetahu kejadiaanya, disebabkan kondisi rumahnya sudah lapuk,” kata Sugeng.
Padahal, lanjut Sugeng, Ponidi kondisinya sakit struk. Kondisi ekonominya juga memprihatinkan.
Saat rumah akan ambruk, keluarga Ponidi segera mengetahui, sehingga Ponidi masih sempat menyelamatkan diri.
Sebenarnya, menurut Sugeng, mendengar dari warga, sudah berencana akan memugar rumah Ponidi, sayangnya malah keburu ambruk.
“Kalau saya lihat tadi, warga sebenarnya kompak, bersedia urunan, hanya saja sepertinya kepala desanya kurag tanggap, sehingga rumah Ponidi keduluan ambruk,” ujarnya..
Karenanya, Sugeng berharap Pemerintah Kabupaten Jember, mengutamakan program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember, sehingga kejadian seperti yang dialami Ponidi tidak terjadi..
Berdasarkan informasi dari warga, kata Sugeng, masih ada sekitar 4 warga yang nasibnya serupa Ponidi.
“Kita sebenarnya merasa malu sendiri, mendengar masih banyak saudara kita yang nasibanya membutuhkan memperihatinkan, ” tukasnya.
Sementara Kepala Desa Balung Lor, Imam Mustafa, saat dikonfirmasi wartawan, mengakui kejadian ambruknya rumah Ponidi.
Meski sebenarnya, kata Imam, pemerintah desa sebelumnya sudah mengupayakan mengusulkan bedah rumah. Sayanganya usulan itu, hingga kini belum ada wujudnya.
“Berkali-kali sudah kita usulkan. Kalau dialokasikan dari anggaran desa tidak ada posnya.Harus melalui Dinsos atau Perumahan Rakyat,” sebut Imam.
Pihaknya, kata Imam hanya bisa membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kebutuhan hidup, sering kita bantu. Warga di daerah sini juga sering membantu,” pungkasnya. (*)