Jember, Jempolindo.id – Suasana khidmat dan hangat menyelimuti Kecamatan Panti pagi ini. Dalam lanjutan program “Bunga Desaku” (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan), di Kecamatan Panti, pada Senin (27/10/2025).
Bupati Jember Muhammad Fawait menghadiri serangkaian acara, yang berpusat pada ritual penyatuan tujuh sumber mata air dari desa-desa se-Kecamatan Panti.
Sebuah simbol harmoni yang diperkuat dengan gelora kesenian Reog Ponorogo untuk memacu destinasi wisata desa.
Pada kesempatan itu, meneguhkan adanya inisiatif Pembangunan Peresmian Kampung Wisata Durian di Desa Pakis dan komitmen kolaborasi pengembangan wisata.
Menurut Bupati Jember, sudah saatnya mengembalikan kejayaan Kabupaten Jember, seperti masa lima belas tahun lalu.
“Apalagi secara sejarah, Jember pernah menjadi pusat ibu kota Karesidenan Besuki,” ujarnya.
“Salah satunya melalui pembangunan sektor pariwisata,” Imbuhnya.
Selama menginap di kawasan wisata Kampung Durian, Gus Fawait mengaku merasakan suasana yang sejuk dan asri.
“Ini bisa jadi referensi, untuk berwisata di Kampung Durian,” ujarnya.
Untuk itu, Pemkab Jember ke depan, akan mensupport melalui perbaikan infrastruktur dan jalan.
Ritual Penyatuan Tujuh Sumber Mata Air di Kecamatan Panti
Ritual yang mengawali agenda hari ini berlangsung sakral.
Warga dari tujuh desa berkumpul membawa kendi berisi air dari sumber kehidupan masing-masing. Di bawah rimbun pepohonan dan diiringi alunan gamelan tradisional, air dari Sumber Tunjung (Panti), Sumber Kembar (Pakis), Balong Keramat (Kemuningsari Lor), Sumber Waduk (Glagahwero), Sumber Suci (Suci), Sumber Kemiri (Kemiri), dan Sumber Suko (Serut) disatukan dalam sebuah gentong besar.
- ·Makna Simbolis:
Setelah disatukan, air tersebut dikembalikan ke kendi masing-masing desa. Prosesi ini merupakan simbol bahwa seluruh masyarakat Panti bersumber dari kehidupan yang sama dan terikat dalam semangat pitulungan (pertolongan), kebersamaan, dan keseimbangan hidup.
- Prosesi Adat:
Acara dimulai dengan “tilik sumber” yang menjadi ruang ekspresi budaya warga, dilanjutkan dengan doa bersama dan penampilan kesenian lokal untuk memperkuat pesan bahwa tradisi adalah kekuatan sosial yang menyatukan.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, hadir dan mengikuti seluruh prosesi ritual ini dengan khidmat. Hal ini merupakan Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat untuk majukan Wisata
Di tengah suasana adat, Bupati Fawait menyampaikan pesan reflektif sekaligus seruan untuk berkolaborasi.
Dia menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah, kepala desa, pelaku seni, dan seluruh warga dalam membangkitkan ekonomi dan pariwisata daerah.
- Seruan Promosi Digital:
“Bayangkan kalau semua warga punya media sosial, saya titip promosikan Kabupaten Jember. Tidak perlu promosikan saya, Fawait. Promosikan desa, promosikan potensi yang kita miliki,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.
- Strategi Pengentasan Kemiskinan:
Langkah pengembangan wisata ini juga disebutnya sebagai bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember untuk menekan angka kemiskinan melalui peningkatan ekonomi yang berbasis pada potensi lokal.
- Peresmian Kampung Durian dan Sinergi Regional
Sebagai tindak lanjut nyata dari program tersebut, Bupati Fawait juga meresmikan Kampung Wisata Durian di Desa Pakis, Kecamatan Panti.
Peresmian ini diawali dengan kirab air dari tujuh sumber mata air yang disatukan, menegaskan harmoni sebagai dasar pembangunan.
- Potensi Lokal:
Desa Pakis dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ikon wisata agro berbasis alam dan edukasi, yang diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru bagi warga setempat.
- Kolaborasi Regional:
Pemkab Jember disebutkan telah menjalin kerjasama antar wilayah dengan Kabupaten Bondowoso dan Situbondo dalam pengembangan aglomerasi pariwisata kawasan tapal kuda.
“Nanti kita harapkan kerjasama antar daerah dapat berkembang ke daerah lainnya,” ujarnya.
Gus Fawait menegaskan akan menjadikan Kabupaten Jember sebagai pengembangan ekonomi masyarakat, di wilayah Tapal Kuda.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat daya tarik wisata regional dan memperluas peluang investasi.
“Tetapi tentu Jember jangan hanya menjadi pasar saja, Jember juga harus punya destinasi wisata, yang bisa dikunjungi oleh masyarakat dari luar daerah Jember, atau minimal oleh warga Jember sendiri,” ujarnya.
Dengan ditutupnya acara hari ini, semangat untuk memajukan Jember melalui potensi desa semakin terlihat nyata. Seperti pesan penutup Bupati Fawait, agar semua bersama sama turut memajukan Jember.
“Saya titip, kalau punya medsos, bantu promosikan Kabupaten Jember. Mari bersama jadikan Jember semakin dikenal dan maju,” ujarnya.
Melalui kegiatan Bunga Desaku, Gus Fawait melakukan serangkaian kegiatan, yang bertujuan untuk mendorong pembangunan di semua sektor.
“Bahkan kita tadi malam lakukan rapat pembahasan penanggulangan inflasi di pinggiran hutan,” ujarnya.
Acara ini dihadiri oleh masyarakat Desa Pakis, pelaku wisata, tokoh masyarakat Kecamatan Panti, Camat, Kepala Desa, Danramil, para pemuda, budayawan, dan pelaku seni. (Slmt)





