21 C
East Java

Reses Masa Persidangan Ke I, Anggota DPRD Jember, Edi Cahyo Purnomo Angkat Isu MBG dan KDMP  Untuk Tekan Pengangguran 

JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Jember dari Fraksi PDIP,  Edi Cahyo Purnomo, S.Sos, angkat isu MBG dan KDMP Untuk tekan angka pengangguran, saat melaksanakan kegiatan reses Masa Persidangan Ke I tahun 2026, di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, pada Jum’at (13/03/2026).

Kegiatan ini menjadi momen penting bagi warga untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

“Kegiatan ini menjadi agenda rutin setiap tahunnya. Masyarakat harus tahu tugas kita sebagai anggota dewan, dan kita wajib menyerap langsung apa yang menjadi kebutuhan mereka,” ujar Edi di tengah-tengah warga.

Waspadai Dampak Konflik Global terhadap Harga Pangan

Dalam reses tersebut, Ipung sapaan akrab Legislator PDI Perjuangan itu, mengajak masyarakat mengantisipasi dampak konflik dunia yang mulai terasa di tingkat lokal. Ia menyoroti lonjakan harga bahan pokok yang dipicu kenaikan harga minyak dunia yang kini menembus 100,6 dolar AS per barel.

“Kondisi ini harus kita antisipasi bersama. Dampaknya sudah kita rasakan dengan meningkatnya harga kebutuhan sehari-hari,” tegasnya.

Tekan Angka Pengangguran dengan Program Konkret

Edi memaparkan data terkini terkait ketenagakerjaan di Kabupaten Jember. Saat ini, jumlah pencari kerja mencapai 4.000 orang lebih. Meski 53 perusahaan di Jember telah menyerap sekitar 1.430 tenaga kerja, masih ada sekitar 3.570 orang yang belum mendapatkan pekerjaan.

“Kondisi ini mendorong perlunya langkah kongkret dari pemerintah daerah untuk menekan angka pengangguran melalui berbagai program,” tambahnya.

Program MBG dan Koperasi Desa Jadi Solusi

Edi melihat peluang besar dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk membuka lapangan kerja baru. Ia menghitung, dengan 141 unit SPPG di Kabupaten Jember dan kebutuhan 41 tenaga kerja per unit, program ini berpotensi menyerap 5.781 tenaga kerja baru.

Selain itu, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih dinilai mampu menciptakan lapangan kerja tambahan. Namun Edi mengingatkan agar pengelolaannya dilakukan dengan transparan.

“Harus dengan keterbukaan, jangan hanya berdasarkan kedekatan. Ini bisa memberikan manfaat nyata dan menekan angka pengangguran di Kabupaten Jember,” pungkasnya. (#)

  • Pewarta: Selamet Hariyadi dan Sundari Rianto 
  • Editor: Miftahul Rachman
- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img