Jember – Jempolindo.id – PSHT Ranting Ambulu bergerak turut membantu korban gempa di wilayah Kecamatan Ambulu, yang tejadi pada hari Kamis (16/12/2021) dengan mengadakan Bhakti Sosial turun langsung di wilayah terdampak gempa. Jum’at (17/12/2021).

Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Ambulu Bisri Musthofa Zamroni menuturkan, kegiatan yang dilakukannya bersama anggota PSHT Ranting Ambulu merupakan wujud kepeduliannya atas terjadinya gempa yang telah membuat sebagian rumah warga ambruk.
“Ini dalam rangka menjalankan ajaran PSHT. Jadi di PSHT itu bukan hanya belajar pencak silat, namun juga berlatih kepedulian terhadap nasib sesama,” katanya.
Disela – sela giat sosial bersama anggota PSHT Ranting Ambulu, Mas Bisri menjelaskan giat sosial yang dilakukan kali ini, membantu membersihkan puing – puing reruntuhan akibat gempa bumi kemarin.
“Setelah itu kami akan membantu pembangunan rumah warga yang terdampak gempa,” ujarnya.
Bisri menjelaskan, pada giat sosial itu menerjunkan 8 rayon masing – masing 50 orang per rayon dari keseluruhan PSHT Ranting Ambulu.
“Tujuannya agar warga PSHT bisa memahami ajaran SH Terate yang sebenarnya,” ujarnya.

Ketua PSHT Rayon Sumberrejo Mahmud Hariyanto, menjelaskan giat sosial dalam rangka membantu masyarakat terdampak gempa itu dibagi menjadi tiga titik wilayah terdampak, diantaranya Desa Ambulu, Sabrang dan Sumberejo.
Sedangkan yang turun di Desa Sumberejo terdiri dari 5 rayon, diantaranya Rayon Andongsari, Pontang, Blater, Karanganyar dan Sumberejo.
“Kita bersinergi bersama membantu masyarakat, yang juga warga SH Terate yang terdampak gempa kemarin,” ujarnya.
Mahmud menegaskan bahwa SH Terate merupakan bagian dari masyarakat, karena jika ada permasalahan, maka SH Terate senantiasa siap berada di garda terdepan.
“Setidaknya, masyarakat yang belum kenal dengan SH Terate akan semakin mengenal, sedangkan dari warga SH Terate sendiri, kami harapkan semakin guyub rukun handarbeni,” tandasnya.
Pengakuan Turiya alias Bu Mul, warga Desa Sumberejo, gempa terjadi secara tiba-tiba. Saat itu, sepulang belanja, perempuan itu sedang akan memasak didapurnya yang memang sudah rapuh.
“Tiba – tiba dapur ambruk, saya lari tanpa arah, gak ingat apa apa sudah,” tuturnya.
Turiya berharap ada perhatian pemerintah agar bersedia membantu untuk memulihkan kerusakan akibat gempa.
“Kami orang miskin mas, gak punya apa- apa,” ujarnya.
Perempuan desa itu, bersyukur ada Anggota PSHT yang sudah bersedia membantu, paling tidak meringankan bebannya.
“Ya saya merasa terbantu, mas, ya terima kasih banyak,” pungkasnya. (Agung)