17.6 C
East Java

Plus Minus Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Jember Muhammad Fawait 

JEMBER, JEMPOLINDO.ID – Setelah satu tahun memimpin Kabupaten Jember, Bupati Muhammad Fawait ( Gus Fawait), selain prestasi yang telah dicapainya, publik menilai masih ada sisi negatif dalam kepemimpinannya.

Hal yang dinilai menonjol, Bupati Fawait menunjukkan kinerja yang dinilai positif oleh masyarakat, terutama dalam penanganan krisis dan inovasi layanan publik.

Pasangan Bupati Jember Muhammad Fawait dan Wabup Jember Djoko Susanto, dilantik tepat pada tanggal 20 Februari 2025.

Pasangan ini memenangkan pilkada 2024, diusung oleh 15 Partai Politik, melawan Pasangan Calon Bupati Hendi Siswanto dan Wakil Bupati KH MB Firjaun Barlaman, yang diusung oleh PDI Perjuangan, dengan angka kemenangan 92.362 suara.

Satu tahun kepemimpinannya, dirayakan bersama, baik relawan maupun tokoh politik pendukungnya, di Pendopo Wahyawibawagraha, pada Jum’at (20/02/2026)

Berikut adalah evaluasi dan pujian atas kinerjanya yang dirangkum dari berbagai sumber.

Keberhasilan Menangani Krisis Kesehatan

Pencapaian terbesar pemerintahan Fawait di tahun pertama adalah keberhasilannya menyelamatkan layanan kesehatan daerah dari ambang kolaps.

Saat baru dilantik, ia mewarisi utang tiga rumah sakit daerah sebesar Rp 214 miliar dan stok oksigen yang hanya cukup untuk 7-15 hari .

Alih-alih saling menyalahkan, Gus Fawait mengambil langkah cepat dengan melakukan efisiensi anggaran.

Ia membatalkan pengadaan mobil dinas bupati dan mengalihkan anggaran yang tidak berdampak langsung ke masyarakat untuk program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas .

Hasilnya, masyarakat bisa berobat gratis cukup dengan KTP, tanpa perlu Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Kebijakan ini juga berhasil memulihkan finansial rumah sakit, terbukti dari pendapatan RSD dr. Soebandi yang melonjak dari Rp15 miliar menjadi Rp31 miliar per Januari 2026 .

Tingkat Kepuasan Publik yang Tinggi

Berbagai lembaga survei mencatat kepuasan publik yang tinggi terhadap kinerja Bupati Fawait di tahun pertama.

Ini menjadi indikator kuat bahwa program-programnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Berikut adalah hasil surveinya:

Lembaga Survei Tingkat Kepuasan Catatan Penting

The Republic Institute (Mei 2025) 82,8% Terbaik pertama dalam pembangunan desa dan pemberantasan kemiskinan (83,1%)

ARCI (Agustus 2025) 80,7% Jarang ada bupati Jember capai angka di atas 80%

Tingginya angka ini ditopang oleh sejumlah program unggulan. Survei ARCI mencatat, program Wadul Gus’e (pengaduan masyarakat) meraih skor kepuasan 81,9%.

Sementara UHC Prioritas mencapai 83,4%. Program insentif guru menjadi yang tertinggi dengan skor 83,5% .

Wadul Gus’e

Kanal Wadul Gus’e menjadi primadona dalam upaya merespon keluhan masyarakat.

Hingga 9 Februari 2026, terdapat 12.355 aduan, 87,59 persen diantaranya sudah tertanggulangi.

Harus diakui, terobosan kanal Wadul Gus’e, merupakan langkah monumental bagi peningkatan pelayanan publik di Kabupaten Jember.

Peningkatan PAD

Bupati Jember yang usianya masih relatif muda ini (38 tahun), dinilai cukup ambisius dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), tanpa menaikkan pajak.

Pada tahun 2025, Politisi Gerindra berhasil menaikkan PAD hingga Rp 1 Triliun, dan masih mentargetkan pada angka Rp 1,3 Triliun.

Aktivasi Bandara

Aktivasi Bandara Notohadinegoro, dengan penerbangan Jember – Jakarta dan Jember – Bali, juga merupakan langkah berani yang dilakukan Bupati Fawait.

Meski, sejak pencanangannya terkesan belepotan, namun langkah mengaktifkan kembali Bandara Notohadinegoro, merupakan terobosan yang mendapat dukungan luas publik.

Aktivasi Bandara Notohadinegoro ini juga berada diantara cemas dan harapan.

Publik berharap Bandara Notohadinegoro dapat terus bertahan, diantara kekhawatiran akan terhenti ditengah jalan.

Pemberdayaan UMKM

Kontroversi kebijakan Gerobak Welijo Cinta, sejumlah 2500 unit, juga merupakan kebijakan spektakuler, untuk mendorong pertumbuhan sektor UMKM.

Kebijakan ini menelan anggaran Rp 12,5 Miliar dari APBD tahun 2025.

Prestasi di Bidang Lain

Selain kesehatan, pemerintahan Fawait juga menorehkan prestasi membanggakan di bidang keagamaan dan merombak birokrasi.

  • Prestasi Bersejarah di MTQ: Untuk pertama kalinya, Kafilah Jember berhasil menembus peringkat 3 besar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Jawa Timur. Prestasi ini merupakan yang terbaik sepanjang sejarah dan lompatan signifikan dari peringkat keenam di tahun sebelumnya.
  • Guru Ngaji : Pemerintah Kabupaten Jember, juga menyalurkan sejumlah Rp 46 Miliar, untuk 27 ribu Guru Ngaji, dengan nilai Rp 1,5 juta per orang. Metode pencairannya dinilai lebih manusiawi dibanding dengan sebelumnya.  Para Guru Ngaji tidak perlu lagi mengantri di Bank, sejak tahap pembukaan rekening Bank, hingga pencairan insentif.
  • Beasiswa : Pada tahun 2025, Pemkab Jember telah mengalokasikan beasiswa kepada 8000 ribu mahasiswa.  Sedangkan pada tahun 2026, ditargetkan akan mencapai 20.000 beasiswa.
  • Perombakan Birokrasi Setelah 100 hari kerja, Fawait melakukan evaluasi dan merombak jajaran birokrasi.

Ia menekankan profesionalisme dengan menempatkan pejabat sesuai keahlian mereka, bukan sekadar penggantian pejabat seperti era sebelumnya, dan tanpa kepentingan politik apapun.

Sinergi Dengah Pemerintah Pusat

Ditengah berkurangnya dana transfer pusat, Bupati Fawait gencar membangun komunikasi dengan pemerintah pusat.

Pengalamannya selama 2 periode menjadi Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, membuatnya piawai membangun jejaring dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Pusat.

Hasilnya, Bupati Fawait berhasil mengarahkan anggaran Pemerintah Pusat untuk kepentingan pemberdayaan pertanian, infrastruktur, Pendidikan dan Adminduk.

Catatan Kritis dari Masyarakat

Di tengah berbagai pencapaian positif, masih ada catatan dari masyarakat yang perlu menjadi perhatian.

Seorang petani sekaligus ketua forum petani, Jumantoro, menyampaikan apresiasinya melalui acara syukur, namun juga mengingatkan beberapa pekerjaan rumah yang belum tuntas .

Beberapa poin yang disorot meliputi:

  • Perlunya keterbukaan APBD.
  • Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang belum tuntas.
  • Infrastruktur, seperti jalan berlubang dan gedung sekolah yang hampir roboh

Pertikaian Kepemimpinan

Pertikaian antara Bupati Jember Muhammad Fawait dan Wabup Jember Djoko Susanto, mencuat menjadi catatan negatif dalam periode satu tahun kepemimpinannya.

Hingga kini, pertikaian tersebut masih berada diruang meja hijau, Pengadilan Negeri Jember, berawal dari gugatan Citizen Lawsuit seorang Warga Jember, Agus Mashudi.

Semua tokoh lokal hingga Nasional berharap, konflik bisa berakhir dengan baik.

Sorotan Terhadap Keberadaan TP3D

Mengawali kepemimpinannya, Bupati Jember Muhammad Fawait membentuk Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D), yang terdiri dari para relawan pendukungnya, mendapat sorotan publik.

Keberadaan Tim debutan Gogot Cahyo Baskoro (mantan Ketua Tim Pemenangan pasangan Calon Bupati Muhammad Fawait dan Wakil Bupati Djoko Susanto) ini dinilai tidak jelas tupoksinya, dan bahkan dinilai cenderung lebih banyak mengintervensi ruang birokrasi.

Cantolan regulasinya juga dinilai lemah, hingga dianggap dapat menyebabkan tajamnya konflik kepentingan.

Namun, ada juga yang berpendapat bahwa keberadaan TP3D Kabupaten Jember, banyak memberikan kontribusi terhadap kebijakan Bupati Jember, dalam mengambil keputusan strategis.

Lemahnya Peran DPRD Kabupaten Jember

Hegemoni kekuasaan pemerintahan Bupati Fawait, kiat menguat dengan dukungan 42 Anggota DPRD Jember dari 50 Anggota DPRD Jember, menciptakan lemahnya peran legislatif.

Dalam berbagai kesempatan, tampak performa Anggota DPRD Jember gamang dalam menyikapi permasalahan yang ada. Seolah tidak berani mengkritisi kebijakan pemerintah kabupaten Jember.

Ketidak seimbangan kekuatan antara Legislatif dan Eksekutif, dikhawatirkan akan membuat perjalanan pembangunan di kabupaten Jember timpang.

Selamat satu tahun untuk Bupati Jember, Muhammad Fawait. (#)

- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img