18.6 C
East Java

Pertegas Komitmen Penataan Kota, Pemkot Cilegon Remajakan Tanaman di Sekitar Monumen SMSI 

CILEGON, JEMPOLINDO.ID – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Cilegon secara tegas mengapresiasi langkah cepat Walikota dan Wakil Walikota Cilegon.

Apresiasi tinggi itu disampaikan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) yang dengan sigap meremajakan tanaman di sekitar Monumen SMSI.

Bentuk nyata kepedulian dan sinergi itu terlihat dari penggantian tanaman di sekitar monumen yang berada di Alun-alun Kota Cilegon. Jenis pohon yang ditanam pun beragam, mulai dari bugenvil tiga warna, tabebuya, hingga pohon asoka.

Dengan demikian, estetika dan sejarah pers tetap terjaga.

Ketua SMSI Kota Cilegon, Wawan Kurniadi, menjelaskan bahwa aksi gotong royong yang dimotori Disperkim ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah.

Selain menjaga kebersihan dan keindahan, langkah itu juga meningkatkan kelayakan fasilitas publik, terutama ikon yang melambangkan kemitraan antara pers dan pemerintah.

“Kami sangat mengapresiasi kinerja Disperkim, serta kepedulian dari Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota. Di tengah kesibukan melayani publik, beliau masih memberikan perhatian besar pada detail penataan estetika kota, termasuk di area Monumen SMSI. Kini monumen tersebut menjadi destinasi wisata kota (DTW) Cilegon,” ujar Wawan, Sabtu (30/5/2026).

Aksi penggantian tanaman tidak hanya meremajakan visual monumen, tetapi juga membangkitkan kembali semangat gotong royong di perkotaan.

Hasilnya, area sekitar monumen kini tampak lebih segar, rapi, dan representatif sebagai sudut hijau kebanggaan Cilegon.

SMSI pun berharap langkah proaktif Disperkim dapat terus berlanjut ke ruang terbuka publik lainnya.

Sebab, tujuan akhirnya adalah mewujudkan Cilegon yang tidak hanya maju di sektor industri, tetapi juga asri dan nyaman bagi warganya.

Sejarah Monumen SMSI: Titik Nol Kebangkitan Media Siber

Monumen Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) berdiri kokoh di Kota Cilegon, Banten. Monumen ini menjadi simbol sejarah sekaligus penanda kebangkitan media siber nasional. Lahir dari semangat kolaborasi, profesionalisme, dan komitmen terhadap demokrasi, SMSI kini dikenal sebagai organisasi media siber terbesar di dunia.

Peresmian Monumen

Walikota Cilegon, H. Robinsar, meresmikan monumen ini pada 7 Februari 2026. Peresmian bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten.

Momentum itu sekaligus meneguhkan peran strategis SMSI dalam ekosistem pers nasional.

Filosofi dan Makna Arsitektur

Para perancang membangun monumen dengan filosofi yang merepresentasikan tahun kelahiran SMSI:

  • Tiga anak tangga pada badan monumen melambangkan bulan kelahiran organisasi.
  • Tujuh pilar demokrasi di bagian badan tugu melambangkan tanggal kelahiran.
  • Tinggi 2,17 meter merepresentasikan tahun kelahiran SMSI, yakni 2017.

Setiap elemen arsitektur pun sarat makna simbolik. Semua itu mencerminkan komitmen SMSI terhadap nilai demokrasi, kebebasan pers, dan tanggung jawab sosial.

Sejarah Pendirian SMSI

Pembangunan monumen ini merupakan bentuk apresiasi atas gagasan Firdaus. Bersama Pengurus PWI Pusat Atal S. Depari, Teguh Santosa, serta Pengurus PWI Provinsi Mirza Zulhadi dan Mursyid Sonsang, mereka kemudian mendirikan SMSI. Notaris (Alm.) H.M. Isya yang berkedudukan di Cilegon pun menerbitkan akta pendirian organisasi.

Ria Ulfiani, putri Cilegon alumni Al Islah, merumuskan AD/ART sekaligus menciptakan pataka SMSI untuk pertama kali di Cilegon.

Pataka tersebut kemudian dikibarkan pada pengukuhan Pengurus SMSI Provinsi Bengkulu. Adapun pendanaan awal disponsori oleh Wiri Astuti.

Setelah kepengurusan SMSI resmi terbentuk di 34 provinsi, Dewan Pers kemudian menetapkan SMSI sebagai konstituen melalui Surat Keputusan Nomor 22/SK-DP/V/2020 tertanggal 29 Mei 2020. Penetapan ini memperkuat legalitas dan legitimasi SMSI sebagai bagian penting dalam struktur pers nasional.

Simbol Titik Nol Kebangkitan Media Siber

Monumen ini menjadi simbol “Titik Nol” kebangkitan media siber Indonesia. Dari Kota Cilegon, semangat kolaborasi dan profesionalisme media siber dipahat menjadi tonggak sejarah perkembangan pers digital di tanah air.

Identitas Cilegon dalam Sejarah Pers Nasional

Keberadaan Monumen SMSI dengan jelas menegaskan bahwa Kota Cilegon tidak hanya dikenal sebagai kota industri.

Lebih dari itu, Cilegon juga menjadi tempat lahir dan bertumbuhnya integritas media siber Indonesia.

Monumen SMSI pun terus mengingatkan kita bahwa kemajuan industri dan kemajuan informasi dapat berjalan beriringan.

Keduanya saling membangun peradaban yang berlandaskan kebenaran, independensi, dan tanggung jawab jurnalistik. (#)

- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img