17 C
East Java

Pencairan Insentif Guru Ngaji di Jember Berlanjut, Kecamatan Wuluhan dan Jelbuk Menjadi Sasaran

Jember, Jempolindo.id – Giliran Kecamatan Wuluhan dan Jelbuk yang menjadi sasaran penyaluran insentif guru ngaji, pada Rabu (08/10/2025)

Hal itu sebagai wujud keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, dengan terus menunjukkan komitmennya, dalam meningkatkan kesejahteraan para pengajar agama melalui program insentif guru ngaji.

Di Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, sebanyak 181 guru ngaji dari 231 yang diajukan berhasil menerima insentif .

Sri Agustantini, Pendamping Verifikator guru ngaji setempat, mengungkapkan proses tersebut berjalan lancar.

“Dari 181 insentif yang terealisasi hari ini, ada 1 guru ngaji non-Muslim yang mengajar Alkitab juga menerima pencairan,” ujarnya.

“Saat pendataan tidak ada kendala karena dibantu semua unsur desa,” imbuhnya.

Hal ini sejalan dengan pernyataan resmi Pemkab Jember, bahwa program ini menyasar seluruh pengajar agama, termasuk guru non-Muslim dan mudin.

Tanggapan Penerima Di Kecamatan Wuluhan

Salah satu penerima, Ninuk Handayani, yang mengajar di TPQ Al Jauhari Kesilir, menyampaikan rasa syukurnya.

“Dari 6 guru ngaji yang diajukan, 5 orang berhasil terealisasi. Alhamdulillah insentif ini sangat membantu kami,” ujarnya.

Dia berharap, yang belum terealisasi dapat segera dicairkan.

“Semoga yang belum terealisasi dapat secepatnya dicairkan, dan ke depannya bantuan bisa bertambah,” harap Ninuk.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Muhammad Fawaid atas perhatiannya.

“Kami ucapkan terimakasih kepada Gus Bupati, yang telah memberikan perhatian kepada para guru ngaji,” ujarnya.

Dukungan dan Apresiasi untuk Para Pengabdi

Program ini merupakan bentuk penghargaan nyata bagi para guru ngaji yang telah lama berdedikasi membina generasi muda.

Seperti Mahmud (72), seorang guru ngaji dari Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, yang mengabdi sejak 1980.

“Ini adalah pengabdian, bukan pekerjaan. Tapi dengan adanya perhatian dari pemerintah, kami merasa dihargai,” tuturnya .

Bupati Jember, Muhammad Fawaid, menegaskan bahwa tahun 2025 mencatatkan sejarah dengan jumlah penerima insentif terbanyak, yakni sekitar 22.000 guru ngaji di seluruh kabupaten .

“Penyaluran tahun ini kita lakukan dengan cara yang lebih terhormat dan terorganisir. Guru ngaji adalah pelita di tengah masyarakat yang berperan penting dalam menjaga generasi muda dari arus globalisasi,” tegas Bupati .

Proses yang Dimudahkan dan Ditingkatkan

Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran dan efisien, Pemkab Jember melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) melakukan verifikasi data.

Proses pencairan tahun ini juga mendapat apresiasi, karena dinilai lebih mudah dan cepat.

“Sekarang, prosesnya jauh lebih sederhana. Cukup bawa buku tabungan dan KTP, langsung cair,” kata Ilyasin, seorang guru ngaji dari Desa Panduman, yang menerima insentif sebesar Rp 1.500.000 .

Pemkab juga memfasilitasi pembukaan rekening bank secara spesial bagi guru ngaji yang belum memilikinya, tanpa setoran awal dan tanpa potongan biaya administrasi, untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas .

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan semangat pengabdian para guru ngaji semakin tumbuh, seiring dengan peningkatan kesejahteraan mereka, demi terwujudnya generasi Jember yang berakhlak mulia. (Slmt)

- Advertisement -spot_img

Berita Populer

- Advertisement -spot_img