BerandaBeritaPemkab Jember Siapkan Lokasi Isoman, Berikut Biaya Pasien dan Keluarganya

Pemkab Jember Siapkan Lokasi Isoman, Berikut Biaya Pasien dan Keluarganya

- Advertisement -spot_img

JEMBERJEMPOLINDO.ID Pemkab Jember siapkan lokasi isoman (isolasi mandiri) di dua tempat, Hotel Kebon Agung dan Stadion Jember Sport Garden atau JSG.  Dua lokasi milik  Pemkab Jember itu, akan menjadi pusat isolasi mandiri. Sedangkan pembiayaan selama isoman, Pemkab menjamin biayanya, berikut untuk kebutuhan  keluarga yang ditinggalkannya.

“Makanya sekarang kita buat isolasi mandiri secara terpusat, semua kita biayai, termasuk keluarganya yang ditinggalkan disini. Kita berikan sembako, makan sehari tiga kali, biar wabah covid19 ini tidak menyebar kemana-mana,” kata Bupati Jember Hendy Siswanto, Minggu (25/7/2021).

Kapasitas Hotel Kebon Agung  diperkirakan dapat menampung pasien isolasi mandiri sekira  66 orang, bisa ditambah tenda hingga 120 orang, selain lokasi isoman di  Stadion Jember Sport Garden (JSG). Sedangkan jumlah tenaga yang akan disiapkan sekira  300 an, untuk satu lokasi  isolasi mandiri.

“Mudah-mudahan tidak ada pasien yang isoman disini,” ujarnya.

Persiapan lokasi isoman itu, untuk mengantisipasi jumlah lonjakan terpapar covid-19, yang hingga kini Jember masuk katagori PPKM Level 3. Berdasarkan update terbaru dari Satgas Penanganan covid-19,  Sebaran covid-19 ada tambahan positif baru 176 orang, pasien sembuh 102 orang, dan meninggal dunia 28 orang. Pihak Pemkab Jember mengakui masih tingginya angka sebaran covid19 di Jember.

“Saat ini sulit sekali memprediksi berapa dan kenapa kok persebarannya covid19 begitu cepat. Jadi antara keperluan ekonomi dan covid19 saling beriringan, warga kita masih banyak yang belum mampu. Mereka bekerja hari ini, untuk dimakan hari ini, dan mereka kalau hanya demam saja tidak sampai dirasakan saat bekerja, padahal ketika selanjutnya sesak nafas maka bisa nyebar kemana-mana,” ujarnya.

Pihaknya berharap, pada hari terakhir PPKM Level 3 di Jember bisa segera berakhir. “Kita berharap PPKM ini bisa lebih soft lagi, bisa Level 2 lah Jember,” ujarnya.

Ditanya perihal tenaga kesehatan dan pemakaman yang sempat mengalami kekerasan,  Bupati Hendy menjelaskan, kondisi kejadian berada diperbatasan kabupaten, yang sebagian besar warganya  masih kurang pemahaman berkaitan dengan pemulasaran jenazah.

“Seluruh proses pemulasaran jenazah sudah sesuai SOP. Maka untuk pemakaman harus sesuai protokol covid,” terangnya. (*)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img